JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pilkada 2020 Disebut Tak Pengaruhi Penambahan Kasus Positif Corona, Ketua Komite Penanganan Covid-19: Jakarta Tidak Pilkada Angkanya Meningkat

Ilustrasi kenaikan covid-19. pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 disebut tidak mempengaruhi lonjakan penambahan kasus positif Covid-19. Hal itu disampaikan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto dalam jumpa pers daring, Jumat (2/10/2020).

Pernyataan Airlangga didasarkan data bahwa di daerah yang tidak turut menyelenggarakan Pilkada seperti DKI Jakarta, jumlah pertambahan kasus positif Covid-19 tetap merangkak naik. “Peningkatan kasus tidak terkait Pilkada, karena beberapa daerah termasuk DKI, tidak Pilkada namun angkanya merangkak meningkat,” kata Airlangga.

Berpatok hal tersebut, Airlangga meyakini bahwa peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 lebih banyak disebabkan oleh ketidakdisplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. “Jadi Pilkada tak berkait langsung dengan kenaikan positif rate, namun yang berkait langsung adalah kedisiplinan masyarakat,” jelas Airlangga.

Baca Juga :  Gempa Pangandaran, Puluhan Rumah Rusak, Sejumlah Warga Luka-luka

Karenanya, Airlangga meminta agar masyarakat bisa menegakkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan dengan bantuan Operasi Yustisi, untuk meningkatkan kepatuhan menjalankan 3M, yakni mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker.

“Pemerintah terus mendorong operasi yustisi agar kedisiplinan masyarakat terus dijaga dan terus dilakukan kampanye menggunakan masker menjaga jarak dan mencuci tangan,” kata Airlangga.

Baca Juga :  Rapat Anggaran di Puncak demi Hindari Covid-19 Kopel: Itu Hanya Akal-akalan Saja

Pernyataan Airlangga itu bertolak belakang dengan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, beberapa waktu lalu, yang mengatakan penambahan jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia yang masih tinggi tidak lepas dari penyelenggaraan Pilkada serentak 2020.

“Kami masih melihat penambahan kasus positif yang cukup tinggi dan ini juga terkait dengan Pilkada,” ujar Wiku dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, pada 24 September 2020 lalu.

www.tempo.co