JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Pilkada Bantul, Pemilih Bersuhu di Atas 37,3 Disediakan Bilik Khusus

Ilustrasi Pilkada serentak 2020

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Para Pemilih dalam Pilkada Bantul, 9 Desember 2020 yang memiliki suhu di atas 37,3 derajat, bakal dikelompokkan ke dalam bilik terpisah.

Demikian kebijakan yang akan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul dalam gelaran Pilkada serentak 2020 dengan protokol kesehatan secara ketat.

Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho menjelaskan, bilik suara khusus akan ditempatkan di seputaran area Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ada 2.085 TPS di Pilkada Bantul.

Nantinya, masing-masing TPS akan mendapatkan empat bilik suara. Tiga bilik suara digunakan untuk pemilih dengan suhu normal.

“Sedangkan satu bilik suara khusus, untuk melayani pemilih dengan suhu di atas 37.3 derajat,” kata dia, Rabu (14/10/2020).

Didik mengatakan, selain menyediakan bilik suara khusus, masing-masing TPS juga akan mendapatkan satu stel hazardous materials atau hazmat, sebagai pakaian dekontaminasi.

Pakaian tersebut akan digunakan oleh petugas KPPS bilamana dibutuhkan pendampingan, bagi pemilih yang diketahui memiliki suhu tubuh di atas 37.3 derajat.

Baca Juga :  Malioboro Bakal Dibebaskan dari Kendaraan Bermotor, Sejumlah Ruas Jalan Jadi Satu Arah

Secara umum, kata Didik, pelaksanaan pemungutan suara di Pilkada 2020 akan dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan pencegahan covid-19 secara ketat.

Ketika pemilih datang ke TPS, maka akan langsung diminta untuk mencuci tangan di tempat yang telah disediakan. Kemudian, pengecekan suhu badan.

Setelah itu, pemilih masuk ke dalam TPS untuk mengumpulkan surat pemberitahuan dan mendapatkan sarung tangan sekali pakai.

Lalu, menunggu di ruang tunggu yang letak kursinya telah dibuat berjarak.

Nantinya, untuk menghindari kerumunan TPS dibuat lebih luas dibanding pemilihan sebelumnya, dengan ukuran minimal 10 x 8 meter persegi.

Setelah namanya dipanggil, pemilih akan mendapatkan surat suara dan mencoblos. Setelah itu, surat suara dimasukkan dalam kotak seperti biasa.

Kemudian, sarung tangan sekali pakai dilepas dan salah satu tangan akan di tetes tinta dengan pipet.

Baca Juga :  Libur Panjang di Yogyakarta, 1.009 Personel Polisi Diterjunkan untuk Pengamanan

“Jadi bukan dicelupkan. Tapi tinta ditetes,” jelasnya.

Bagaimana Pemungutan Suara untuk Pasien Covid-19 dan Isolasi?

Didik mengungkapkan, prinsip paling mendasar semua pemilih akan dilindungi hak pilihnya. Tak terkecuali, mereka yang saat hari pelaksanaan pemungutan suara, masih menjadi pasien positif Covid-19 maupun menjalani Isolasi.

Mereka itu, kata dia, dipastikan tetap bisa menyalurkan hak pilihnya.

Tetapi proses mencoblos nanti dengan pelayanan khusus yang sebentar lagi akan dituangkan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

PKPU itu, kata Didik, saat ini belum dikeluarkan. Sebab, pekan ini KPU RI baru akan melakukan kajian dan review mengenai peraturan yang mengatur secara jelas tentang proses pemungutan dan penghitungan suara.

“Di dalam PKPU itu, juga akan mengatur tata cara pelayanan khusus untuk (memfasilitasi) pasien Covid-19,” jelas dia.

www.tribunnews.com