JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Umat Hindu di Sleman Peroleh Fasilitas Krematorium

Bupati Sleman Sri Purnomo (tengah) dan pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PDHI) Sleman di sela peresmian krematorium Madurejo Prambanan Selasa (13/10/20202) / dok Pemkab Sleman / tempo.co
madu borneo
madu borneo
madu borneo

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Umat Hindu di wilayah Kabupaten Sleman, DIY mendapat fasilitas baru dari Pemerintah setempat, yakni fasilitas krematorium tempat pemakaman umum di Desa Madurejo, Kecamatan, Prambanan, Sleman.

Krematorium itu berdiri di atas lahan seluas 1.000 meter persegi yang terdiri atas bangunan utama, dua tungku pengabuan jenazah, bale pawedan, sanggah surya, toilet, gudang, bangunan pelinggih.

Ada pula tempat penyimpanan abu, lima tabung gas elpiji ukuran 50 kilogran, serta genset 5.000 watt, dan kereta jenazah.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Sleman, Anak Agung Alit Mertayasa mengatakan, krematorium itu bisa dibangun setelah Pemerintah Kabupaten Sleman menyediakan lahan di tempat pemakaman umum Desa Madurejo Kecamatan Prambanan.

Baca Juga :  Bandara YIA Kulonprogo Diarahkan untuk Mendukung Quality Tourism

“Krematorium TPU Madurejo Prambanan ini sangat ditunggu-tunggu,” ujarnya.

Alit mengatakan, umat Hindu di Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Sleman telah lama menginginkan krematorium sendiri agar dapat melakukan proses kremasi dengan leluasa.

Sebab, selama ini umat Hindu di Sleman dan Yogyakarta masih meminjam fasilitas kremasi milik Paguyuban Kelompok Kematian Yogyakarta yang berada di daerah Pingit, Kota Yogyakarta.

“Krematorium Prambanan ini seperti gayung bersambut.  Pemerintah Kabupaten Sleman bersedia berkerja sama, sehingga fasilitas ini terwujud,” ujarnya.

Pembangunan krematorium tersebut, menurut Alit, diawali dengan kesepakatan bersama antara Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) dengan PHDI Kabupaten Sleman tanggal 27 September 2016 silam.

Baca Juga :  Pilkada Bantul, Pemilih Bersuhu di Atas 37,3 Disediakan Bilik Khusus

Kesepakatan itu mengatur penyediaan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman di dalam kawasan TPU Prambanan dan pembangunan krematorium oleh PHDI Kabupaten Sleman.

“Kami kumpulkan donasi dari berbagai pihak dan terkumpul Rp 1,4 miliar untuk pembangunan fisik krematorium ini,” kata Alit.

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, krematorium di dekat Candi Prambanan ini diharapkan semakin mempermudah masyarakat Hindu di Kabupaten Sleman dan sekitarnya saat melakukan prosesi kremasi sesuai ajaran agama dan kepercayaannya.

Sri Purnomo menyebutkan pemilihan lokasi krematorium tersebut sudah sesuai dengan konsep ajaran Hindu, sebab berada di kompleks tempat pemakaman umum.

www.tempo.co