JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Presiden Jokowi: Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja Dilatarbelakangi Disinformasi dan Hoaks di Medsos

Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat virtual. Foto: Instagram/ jokowi
madu borneo
madu borneo
madu borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang terjadi pada Kamis (8/10/2020) kemarin akhirnya menyita perhatian Presiden Joko Widodo. Presiden pun beranggapan, terjadinya aksi unjuk rasa itu dipicu disinformasi dan hoaks mengenai substansi dari UU yang juga dikenal dengan Omnibus Law tersebut.

“Saya melihat adanya unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja yang pada dasarnya dilatarbelakangi oleh disinformasi, mengenai substansi dari undang-undang ini dan hoaks di media sosial,” ujar Presiden Jokowi dalam konferensi pers secara daring melalui Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (9/10/2020).

Presiden Jokowi mengatakan, banyak informasi salah yang beredar di masyarakat perihal isi dari UU Cipta Kerja, termasuk salah satunya isu yang menyebut penghapusan Upah Minimum Regional (UMR), baik provinsi, kabupaten/kota, maupun sektoral provinsi. “Hal ini tidak benar karena faktanya Upah Minimum Regional tetap ada,” jelas Jokowi.

Baca Juga :  Pemerintah Sosialisasi dan Minta Masukan Soal UU Cipta Kerja ke MUI dan NU

Jokowi juga meluruskan kesalahan informasi terkait perubahan upah minimum yang menjadi upah per jam dan kabar penghapusan cuti bagi pekerja dalam UU Cipta Kerja. “Saya tegaskan juga ini tidak benar, hak cuti tetap ada dan dijamin,” tegas Jokowi.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian mengatakan, Presiden Jokowi sangat menyayangkan adanya tindakan anarkis saat demonstrasi penolakan RUU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020). Presiden pun meminta pihak kepolisian agar menindak tegas oknum demonstran yang melanggar hukum.

“Otomatis, otomatis (minta polisi menindak tegas). Saya kira otomatis, kita negara hukum, semua akan diproses bilamana ada pelanggaran hukum. Begitu aja prinsipnya,” jelas Donny dikutip dari Liputan6.com, Jumat (9/10/2020).

Menurutnya, aksi demo penolakan RUU Cipta Kerja telah menyita perhatian Presiden Jokowi hingga mengadakan rapat intern bersama para menteri. Rapat yang digelar secara virtual, pada Jumat pagi itu membahas salah satunya aksi anarkis saat unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja.

Baca Juga :  Luhut: Setelah Pandemi, Beberapa Investor Mulai Alihkan Perhatian dari Cina ke Indonesia

“Ya, mengenai UU Cipta Kerja, mengenai dinamika politik yang terjadi belakangan ini dan demonstrasi kemarin kan saya kira menyita perhatian presiden,” kata Donny.

Kendati demikian, Donny mengaku belum mendengar soal rencana pertemuan antara Jokowi dengan serikat buruh yang menolak RUU Cipta Kerja dalam waktu dekat. Donny meminta agar pihak yang tak setuju dengan pengesahan RUU tersebut untuk mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

“Bilamana keberatan silakan mengambil jalur Mahkamah Konstitusi, judical review, supaya kebijakan dipecahkan dengan adu argumentasi, bukan adu kekerasan,” ujarnya. Liputan 6