JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Puncak Hujan Januari-Februari 2021, BMKG Ingatkan La Nina Bisa Tingkatkan Intensitas Curah Hujan dari Kondisi Normal

Ilustrasi hujan petir. Foto: pexels.com
madu borneo
madu borneo
madu borneo

BANDUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bogor memprediksi, fenomena iklim anomali La Nina akan berlangsung sampai bulan Maret tahun 2021. Sebab itu, masyarakat diminta mewaspadai puncak hujan di bulan Januari dan Februari 2021.

“La Nina akan berlangsung sampai bulan Maret 2021, yang perlu diwaspadai pada saat terjadinya puncak curah hujan sekitar bulan Januari dan Februari 2021,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Bogor, Muthalib saat dihubungi, Ahad (18/10).

Baca Juga :  Kasus Korupsi di PT Dirgantara Indonesia, KPK Tetapkan Dirut PAL Sebagai Tersangka

Untuk mengurangi risiko terjadinya bencana pada periode tersebut, masyarakat harus memperhatikan aliran air agar tidak terhambat. Pasalnya, salah satu dampak La Nina adalah meningkatnya intensitas curah hujan dari kondisi biasanya.

“Curah hujan yang akan terjadi cenderung di atas normal,” katanya.

Baca Juga :  Tegaskan UU Cipta Kerja Untungkan Pekerja dan Jamin Hak Buruh yang Kena PHK, Menko Luhut: Perusahaan Tak Bayar Pesangon Bisa Dipidana

Sebelumnya, Kepala BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan awal musim hujan di Kota Bandung berada di akhir bulan Oktober. Menurutnya saat ini masih dalam proses pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

“Antisipasi potensi banjir di daerah sekitar aliran sungai dan longsor di daerah perbukitan saat curah hujan tinggi,” katanya.

www.republika.co.id