JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Sekretariat Pemuda Pancasila Solo Disegel Anggota yang Mengatasnamakan Majelis Pimpinan Arus Bawah, Ini Alasannya

Proses penyegelan kantor sekretariat PP Surakarta, Rabu (28/10/2020). Foto: JSNews/Prabowo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sekretariat Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Surakarta di Jalan MH Thamrin Nomor 24, Kerten, Manahan, disegel oleh anggota yang mengatasnamakan Majelis Pimpinan Arus Bawah (MPAB) PP Surakarta, Rabu (28/10/2020).

Penyegelan itu dilakukan MPAB PP Surakarta karena kecewa dengan proses penyelenggaraan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) yang berlangsung 20 September lalu. Dalam agenda itu, Faisol Rifqi akhirnya terpilih sebagai Ketua MPC PP Kota Surakarta.

“Pelaksanaan Muscablub lalu berjalan tidak sesuai dengan tata tertib dan aturan yang ada. Kita menuntut MPW (Majelis Pimpinan Wilayah) PP Jateng untuk menggelar Muscablub ulang,” kata Ketua MPAB PP Surakarta, Hendras Ery Wicaksana kepada awak media, Rabu (28/10/2020).

Dari pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM , puluhan anggota PP sudah berkumpul di sekretariat sejak pukul 13.00 WIB. Setelah selesai jumpa pers, pintu sekretariat disegel menggunakan papan dengan kain putih dengan tulisan ‘Kantor MPC Ini Disegel Arus Bawah’.

Pengurus lain, Hery Setyo Nugroho menambahkan, salah satu rangkaian keputusan sidang pleno yang dibacakan yakni mengenai demisioner kepengurusan.

“Ada total 14 keputusan namun saat pembacaan, nomor sembilan mengenai demisioner malah dilewati. Padahal itu sangat krusial. Dengan demikian makanya seakan-akan ada dua kepengurusan yang terjadi karena ketua yang dipilih (Faisol Rifqi) membentuk pengurus baru,” katanya.

Baca Juga :  11 Pedagangnya Positif Covid-19, Pasar Gede Solo Bagian Timur Ditutup 7 Hari

Hendras Ery menambahkan, surat serta pernyataan sikap dari MPAB tersebut akan dikirimkan ke MPW Jawa Tengah dan MPN (Majelis Pimpinan Nasional) agar merekomendasikan pelaksanaan Muscablub ulang yang sah dan sesuai dengan kehendak warga PP Kota Surakarta.

“Besok suratnya langsung kita kirim dan maksimal 15 November sudah harus digelar lagi. Jika nanti tidak ada respon, bisa kita bawa ke gugatan perdata,” tukas Hendras.

“Kita prihatin dengan perjuangan almarhum mas Danang Listianto (Ketua MPC sebelumnya) yang sudah membuat PP Solo besar, guyup rukun dan diakui pihak lain, namun justru malah dibuat seperti ini sekarang ini,” tuturnya.

PP nyekar
Anggota PP Solo nyekar ke makam para pader PP yang sudah meninggal dunia.

 

Sebelumnya, Faisol Rifqi akhirnya terpilih sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Surakarta setelah dalam pemilihan mengalahkan Rudi Jauhari di ajang Muscablub PP Surakarta, Minggu (20/9/2020) lalu. Faisol mengantongi 4 suara sementara Rudi mendapat dukungan 3 suara.

Saat itu ada 9 orang yang maju sebagai kandidat bakal calon Ketua MPC PP Solo. Mereka adalah Yusuf Subianto, Rahmawan Budi, Faisol Rifqi, Rudi Jauhari, Yogo Tri Nugroho, Hendras Ery Wicaksana, Triharjono, Puger Mulyono dan Yonathan.

Baca Juga :  SD Marsudirini Jogja Luncurkan Buku “Sekolah Toleransi”

Dari  sembilan orang, satu di antaranya gugur dalam tahap verifikasi calon yakni Yogo Tri Nugroho. Namun 6 orang langsung dinyatakan gugur karena tidak mendapat dukungan pada tahap awal pemilihan. Akhirnya hanya tinggal Rudi Jauhari dan Faisol Rifqi yang bertarung di pemilihan akhir.

Setelah dilakukan musyawarah tidak menemui titik temu akhirnya pemiihan dilakukan secara voting. Faisol mendapat 4 suara dan Rudi mendapat 3 suara. “Ada banyak pelanggaran yang dilakukan dalam proses Muscablub tersebut oleh MPW. Selain itu MPW tidak memperhatikan akar rumput,” kata Hendras.

Setelah melakukan penyegelan sekretariat, massa PP Surakarta kemudian berziarah ke makam para petinggi PP yang sudah meninggal di antaranya ziarah ke makam almarhum Danang Listianto, Fredy S, Erik dan lainnya.

Ketua terpilih, Faisol Rifki yang coba bisa dikonfirmasi terkait penyegelan kantor sekretariat tersebut belum bisa dimintai keterangan. Handphone milik yang bersangkutan ketika dihubungi tidak aktif. (Prabowo)