JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Simulasi Pembelajaran Tatap Muka, Solo Siap Buka Sekolah November, Dimulai dari Kelas IX

Suasana simulasi pembelajaran tatap muka Selasa (13/10/2020), di SMPN 4 Solo. Foto: Triawati

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemkot Solo siap membuka pembelajaran tatap muka Bulan November 2020 mendatang. Untuk mempersiapkannya, Pemkot Solo melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Solo menggelar simulasi pembelajaran tatap muka Selasa (13/10/2020), di SMPN 4 Solo.

Kepala Disdik Solo, Etty Retnowati mengungkapkan, pembelajaran tatap muka akan diterapkan pertama di jenjang SMP, terutama kelas IX. Jika penerapan tersebut lancar, maka dua pekan berikutnya penerapan dilakukan untuk kelas VIII.

“Dijalankan dua pekan, jika lancar dan tidak ada kendala, maka menurun ke kelas bawahnya. Begitu terus, jika situasi memungkinkan. Rencananya seperti itu,” urainya.

Menurut Etty, awalnya Disdik akan menerapkan pembelajaran tatap muka tersebut di 23 SMP di Solo. Namun kemudian Wali Kota Solo hanya mengijinkan dua sekolah terlebih dulu sebagai uji coba. Dua sekolah tersebut yaitu SMPN 4 Solo dan SMP Al Ahzar Syifa Budi Solo.

Baca Juga :  Bagyo Penantang Gibran Menunggak PDAM Rp 25 Juta, Klaim Karena Kesulitan Ekonomi

“Melalui simulasi ini nantinya akan menjadi patokan bagi sekolah lain yang menerapkan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi. Hasil dari simulasi, SMPN 4 Solo sudah siap,” tukasnya.

Sementara itu, rencana penerapan pembelajaran tatap muka tersebut didukung oleh para orang tua siswa. Dalam simulasi tersebut, pihak sekolah menghadirkan orang tua siswa. Salah satu orang tua siswa, Tatik Rahmawati (51) menuturkan, langkah Pemkot Solo untuk memulai pembelajaran tatap muka menurutnya baik.

Baca Juga :  Bunga Langka Berbau Busuk Muncul di SD Panularan Solo, Jadi Perbincangan netizen, Namanya Suweg Masih Kerabat Dekat Bunga Bangkai Raksasa

“Kalau semua pihak terkait bisa menjaga ketertiban dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, saya kira bisa lancar,” tuturnya.

Diakui Tatik, siswa belajar di rumah tidak sepenuhnya memberikan dampak positif. Pasalnya, tidak jarang siswa mengalami kebosanan termasuk anaknya.

“Bahkan karena bosan, anak saya malah sering main game online. Dan belajar tatap muka, selama semua SOP diterapkan dengan benar, maka penyebaran covid-19 tetap bisa dicegah. Dan anak saya sendiri semangat sekali menyambut rencana pembelajaran tatap muka ini,” pungkasnya. Prihatsari