JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Hadiri Parade Militer 75 Tahun Partai Buruh, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Menangis saat Pidato dan Tersenyum saat Lihat Rudal

Ekspresi Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat menghadiri peringatan Ulang Tahun ke-75 Partai Buruh, pada 10 Oktober 2020. Foto: KCNA via REUTERS via Tempo.co
madu borneo
madu borneo
madu borneo

PYONGYANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Korea Utara memperingati 75 tahun berdirinya Partai Buruh dengan menggelar parade militer yang turut dihadiri oleh pemimpin negara itu, Kim Jong Un, yang sekaligus menyampaikan pidato menyentuh di hadapan rakyatnya.

Acara parade militer tersebut digelar pada Sabtu (10/10/2020) akhir pekan lalu yang dimeriahkan dengan pawai pasukan dan persenjataan militer, termasuk rudal balistik terbarunya.

Dilansir Tempo.co dari Reuters, Kim Jong Un sempat meneteskan air mata saat dia menyampaikan pidato di hadapan rakyat Korea Utara. Dia mengucapkan terima kasih kepada warga atas pengorbanan mereka yang telah berjuang bersama dalam menghadapi berbagai masalah yang menimpa negara mereka.

Kim Jong Un disebut menjadi emosional ketika memberikan penghormatan kepada pasukan atas tanggapan mereka terhadap bencana nasional, mencegah pandemi virus corona, serta meminta maaf kepada warga karena gagal meningkatkan standar hidup.

“Orang-orang kami telah menaruh kepercayaan setinggi langit dan sedalam laut pada saya, tapi saya telah gagal untuk selalu memenuhi itu dengan seharusnya memuaskan mereka. Saya sangat menyesal untuk itu,” kata Kim Jong Un.

Baca Juga :  Lockdown Paksa Warga Miskin Myanmar Makan Tikus dan Ular demi Bertahan Hidup

Sejak menggantikan sang ayah sebagai pemimpin tertinggi Korea Utara pada 2011 lalu, Kim Jong Un selalu menjadikan kemajuan ekonomi sebagai landasan kebijakan pemerintahannya. Dia sempat beberapa kali bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan disebut memiliki hubungan pribadi yang belum pernah terjadi antara kedua negara.

Rencana ambisius Kim untuk perdagangan internasional, proyek konstruksi, dan langkah-langkah ekonomi lainnya telah terhenti karena sanksi internasional yang dipicu program senjata nuklir serta rudal balistiknya.

Perekonomian semakin terpukul ketika Korea Utara menutup perbatasannya untuk hampir semua lalu lintas karena pandemi virus corona dan bencana banjir yang semakin mengancam pasokan makanan.

Namun, tidak lama setelah menunjukkan kesedihannya itu, Kim Jong Un dilaporkan kembali tersenyum lebar ketika rudal balistik baru yang besar ditampilkan dalam parade militer. Dia lalu menyalahkan kesulitan ekonomi Korea Utara yang terus berlanjut sebagai dampak dari sanksi internasional, krisis pandemi virus corona, dan serangkaian topan serta banjir yang merusak.

Baca Juga :  Presiden Joko Widodo Jadi Nama Jalan di Abu Dhabi, Jokowi: Harapan Hubungan Kedua Negara Semakin Kokoh

Penampilan dan ekspresi hingga air mata Kim Jong Un selama parade militer tersebut dianggap tidak biasa hingga mengundang tanggapan pengamat. Salah satunya Rachel Minyoung Lee, seorang peneliti independen dan mantan analis open source Korea Utara untuk pemerintah Amerika Serikat.

“Kerendahan hati dan keterusterangan Kim, serta air matanya, semuanya sangat tidak biasa, bahkan bagi seseorang yang secara terbuka mengakui kekurangan serta memiliki pola ekspresif yang mapan,” kata Rachel, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (13/10/2020).

“Pidato tersebut, yang jelas dirancang dengan hati-hati untuk beresonansi dengan penonton domestik, kemungkinan memperkuat citra Kim sebagai pemimpin yang kompeten dan karismatik, yang juga memiliki sisi kemanusiaan,” tambahnya.

www.tempo.co