JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Sudah 2.000-an Warga yang Terjaring Razia Masker dan Harus Membersihkan Sungai. Operasi Ini Berhasil Meningkatkan Kesadaran Warga

Warga yang kedapatan tak memakai masker atau memakai masker tidak dengan benar diberi hukuman membersihkan sungai. Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO,JOGLOSEMARNEWS.COM -Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta sudah menindak sedikitnya 2.000 orang pelanggar protokol kesehatan Covid-19 selama operasi yustisi penggunaan masker di Kota Solo.

Mereka tertangkap di berbagai titik di Kota Solo dalam operasi yustisi. Sebanyak 2.000 orang terpaksa harus membersihkan sampah di sungai maupun di jalanan sebagai bentuk sanksi kepada mereka gara-gara tidak memakai masker.

Pemkot Solo memang menggalakkan operasi yustisi ketaatan masyarakat menggunakan masker. Operasi yang digelar itu untuk menekan penyebaran COVID-19 di Kota Solo.

“Sudah ada sekitar 2.000-an orang yang terkena hasil razia masker  yang digelar pertengahan September sampai dengan hari ini. Jumlahnya memang banyak,” kata Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan, Jumat (30/10/2020).

Menurut dia, tingginya jumlah pelanggar yang tertangkap dalam operasi yustisi masker itu lantaran tim gabungan dari Satgas Penanganan COVID-19 Solo menggelar razia tersebut secara intensif di sejumlah titik Kota Solo. Hal ini dilakukan karena masih banyak warga yang belum taat dan patuh memakai masker saat keluar rumah maupun bepergian.

Baca Juga :  Siang Ini Muhammadiyah Gelar Resepsi Milad ke 108 secara Virtual. Tetap Khidmat dan Meriah Berlangsung dari Edutorium UMS

“Banyaknya pelanggar yang terjaring karena operasi masker ini digelar secara masif. Dalam sehari bisa tiga kali operasi masker. Petugas juga masih akan melakukan penegakan aturan,” ucapnya.

Ditambahkannya, berdasarkan data hasil operasi yustisi masker, pelanggar yang tertangkap tidak hanya dari Solo, namun juga dari berbagai daerah di luar Solo. Bahkan, secara statistik jumlah pelanggar yang tertangkap razia masker itu didominasi warga dari luar Solo.

“Secara statistik 60 persen pelanggar yang terkena razia masker berasal dari luar Kota Solo. Itu hasil dari data yang kita kumpulkan sesuai dengan alamat KTP yang melanggar,” sebutnya.

Adanya operasi yustisi masker dengan hukuman membersihkan sungai, selokan dan drainase itu dinilai berhasil menekan jumlah warga yang tidak memakai masker di Kota Solo. Hanya saja penurunan itu masih terbatas memakai masker di kawasan jalan raya, sedangkan di lingkungan rumah masih belum patuh untuk memakai masker.

Baca Juga :  KPU Solo Mulai Merakit 2.552 Kotak Suara Pilkada 2020

“Kalau kita lihat dari hari ke hari menurun. Tapi penurunannya itu belum menjadi kesadaran dari masyarakat, mereka masih takut sanksi. Artinya, ketika mereka keluar di jalan protokol sudah patuh terhadap pemakaian masker tapi hasil pantauan di lingkungan keluarga dan rumah masih belum tertib,” ucapnya.

Oleh sebab itu, Arif mengatakan rencananya ke depan operasi masker tidak hanya di jalan protokol namun juga menyasar lingkungan perkampungan. “Pasalnya, operasi masker ini bagian dalam pemutusan rantai penyebaran virus corona di Kota Solo. Kami akan terus menggecarkan operasi masker. Nantinya akan ada operasi yang menyasar di perkampungan,” ujarnya.(A Syahirul)