JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Terus Meroket, Jumlah Kasus Covid-19 Karanganyar Melonjak Tembus 545 Positif. Sudah 107 Warga Meninggal Dunia, 31 Meninggal Positif dan 58 Suspek Covid-19

Peta sebaran kasus covid-19 Karanganyar hingga Kamis (8/10/2020) pagi. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga Kamis (8/10/2020) pagi, jumlah kasus positif covid-19 di Bumi Intanpari sudah meroket mencapai angka 545 kasus.

Lonjakan itu terjadi menyusul tambahan 31 kasus positif baru dalam dua hari terakhir. Hingga hari ini, jumlah total warga meninggal dunia dengan status suspek covid-19, positif hingga probabel juga  dilaporkan meningkat mencapai 107 orang.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Baca Juga :  Putrinya Bawa Foto Berlinang Air Mata, Yulia Korban Pembunuhan dan Dibakar Dalam Mobil Akhirnya Dimakamkan di Delingan Karanganyar

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Kamis (8/10/2020) pagi ini, jumlah kasus positif covid-19 total mencapai angka 545.

Dari jumlah itu, 113 orang masih dirawat, 401 sembuh dan 31 meninggal dunia.
Kemudian untuk kategori suspek covid-19 mencapai angka 2.037 pasien.

Dari jumlah itu, 1.904 orang dinyatakan selesai pantauan, 75 orang masih dirawat dan 58 orang meninggal dunia.

Di sisi lain, jumlah warga yang meninggal dunia total terkait covid-19 hingga hari ini tercatat sudah mencapai 107 orang.

Rinciannya 31 warga meninggal dengan status positif covid-19, 58 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 18 warga meninggal dalam status probabel.

Baca Juga :  Berikut Daftar Lengkap 19 Warga Sragen Yang Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Kecamatan Sragen Paling Banyak, 5 Orang Masih Bocah!

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seoalah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo