JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

18 Warga Danurejan Yogya Positif Covid-19, Seorang Meninggal Dunia

Ilustrasi positif corona. Pixabay
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Sebanyak 18 orang dalam keluarga di Danurejan, Kota Yogyakarta dinyatakan positif Covid-19. Satu di antaranya meninggal dunia.

Kasus tersebut terdeteksi setelah awal November lalu setelah seorang warga di Danurejan meninggal dunia.

Beberapa hari setelah meninggal, diketahui yang bersangkutan positif virus corona.

Dinas Kesehatan Pemkot Yogya kemudian bergerak cepat untuk melakukan tracking kontak erat korban dengan warga lainnya.

Dari hasil penelusuran, ternyata 18 orang yang tinggal satu rumah dengan korban juga positif covid-19.

“Selanjutnya dilakukan screening. Ternyata, di dalam satu rumah itu ada 21 orang. Hasilnya, 18 positif. Satu orang yang positif, yang kepala keluarga itu meninggal dunia. Lalu, ada satu yang belum swab,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Jumat (13/11/2020).

Satu anggota keluarga lainnya yang meninggal dunia hingga saat ini belum diketahui statusnya apakah positif atau negatif covid-19 karena yang bersangkutan belum sempat dilakukan swab test.

Korban memang memiliki riwayat sakit jantung.

Sedangkan satu anggota keluarga lainnya, kata Heroe hingga saat ini belum menjalani swab test karena yang bersangkutan bekerja di luar daerah, yakni di Kota Surabaya.

“Ya, jadi beberpa hari sebelum kepala keluarga meninggal, ada satu orang dari keluarga itu yang meninggal dunia, usia 63 tahun karena penyakit jantung,” cetus Heroe.

Temuan belasan anggota keluarga di Danurejan yang terjangkit covid-19  ini menurut Heroe menjadi perhatian serius dari Pemkot Yogyakarta.

Baca Juga :  4 Jam Terjadi 17 Kali Guguran di Merapi, Gempa Dangkal 9 Kali

Sebab, kepala keluarga yang meninggal dengan status positif covid-19 tersebut sebelumnya memiliki mobilitas yang cukup tinggi.

Yang bersangkutan sering mengantarkan istrinya pergi ke Pasar Beringharjo untuk berjualan makanan keliling.

Karena itu, pihaknya tak menutup kemungkinan, akan menempuh screening di pasar tradisional itu.

“Tapi, sekarang kita pastikan Pasar Beringharjo masih buka seperti biasa, kita masih coba menelusuri, dimana saja dia jualannya.

Apakah jualan hanya di satu blok saja, atau di mana, kami belum bisa memastikan,” terangnya.

Oleh sebab itu, Heroe pun menegaskan, rentetan kasus ini belum bisa disebut sebagai klaster penularan baru, karena sebarannya masih sebatas di lingkup keluarga, atau dapat diartikan gelombang pertama.

Terlebih, potensi sebaran lainnya masih berusaha ditelusuri oleh Satgas.

“Belum klaster ya, karena masih satu keluarga. Kami juga belum tahu dari mana sumber penularannya, siapa yang bawa virusnya, kami belum mengetahui,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Yogya tersebut menjelaskan, sejauh ini, dari 18 orang yang terkonfirmasi positif dalam satu keluarga itu 16 di antaranya berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).

Sementara dua orang harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

“Sekarang isolasi mandiri. Makanya, hari ini teman-teman saya minta memastikan kondisinya, memungkinkan isolasi di rumah, atau harus ke selter,” jelas Heroe.

Baca Juga :  DIY Belum Putuskan Kapan Akan Mulai Sekolah Tatap Muka

Adapun hingga Jumat (13/11/2020), kasus baru covid-19 di DIY bertambah 61. Dengan tambahan tersebut, total kasus virus corona di DIY sejak Maret hingga saat ini sebanyak 4.460 kasus.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 DIY Berty Murtiningsih menyampaikan distribusi kasus paling banyak berasal dari Kabupaten Sleman yakni mencapai 26 kasus.

Sementara Kabupaten Bantul sebanyak 17 kasus, Gunungkidul 9 kasus, dan Kulon Progo sebanyak 2 kasus, sementara Kota Yogyakarta sebanyak 7 kasus.

“Distribusi paling banyak dari Kabupaten Sleman yakni sebanyak 26 kasus,” katanya, dalam keterangan tertulis.

Sementara untuk jumlah kasus sembuh pada hari ini terjadi penambahan sebanyak 29 kasus.

Total kasus sembuh saat ini menjadi sebanyak 3.597 kasus.

Terkait laporan penggunaan tempat tidur jenis Critical, ketersediaan di rumah sakit rujukan di DIY saat ini sebanyak 48 tempat tidur, sementara penggunaan mencapai 30 tempat tidur.

Terdapat sisa tempat tidur jenis critical sebanyak 18 tempat tidur.

“Untuk jenis non critical ketersediaan sebanyak 404 tempat tidur. Penggunaannya mencapai 201 tempat tidur sehingga masih ada sisa 203 tempat tidur,” imbuh Berty.

Untuk sampel yang diperiksa per hari ini terjadi penambahan sebanyak 567 sampel dengan jumlah yang diperiksa sebanyak 524 orang.

Sementara jumlah keseluruhan sampel yang sudah diperiksa sebanyak 96.798 sampel, dan jumlah yang telah diperiksa sebanyak 80.489 orang. 

www.tribunnews.com