JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Miliaran Tabungan Nasabah Terkatung-Katung, Kadinas Beber Laporan Tahunan Kospin Syariah Karanganyar. Ternyata Begini Yang Dilaporkan Tiap Tahun!

Kadisperindagkop Martadi. Foto/Beni
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Perindustrian , Perdagangan, Tenaga Kerja,  Koperasi UKM  (Disperindagnaker UKM) Karanganyar mendorong manajemen Kospin Syariah segera menyelesaikan persoalan dana tabungan dan deposito milik nasabah yang belum bisa dicairkan.

Penegasan itu disampaikan Kepala Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Martadi usai mengtikuti upacara virtual HUT Karaganyar ke 103, Rabu (18/11/2020).

Ia mengatakan status hukum Kospin Syaraiah merupakan koperasi dengan ijin dari Provinsi Jawa Tengah. Sehingga seluruh tindakan dan pengawasan dilakukan oleh provinsi Jawa Tengah.

“Kami hanya bisa mendorong agar persoalan uang nasabah yang tidak dapat diambil segera diselesaikan. Pengurus dan manajemen harus mengembalikan dana nasabah,” ujarnya.

Baca Juga :  Situasi Berduka, Kapolres Karanganyar Tegas Keluarkan Peringatan. Malam Tahun Baru Diminta di Rumah Saja, Nekat Konvoi dan Kerumunan Bakal Ditindak Tegas!

Ia menguraikan selama beroperasi di Karanganyar Kospin Syariah hanya melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan melaporkan hasilnya kepada Disdagkanerkop UKM.

Ia mengaku tak pernah mendapat laporan ketika pada akhirnya manajemen kesulitan mengembalikan dana nasabah.

“Selama ini belum ada laporan. Pengeurus hanya menyampaikan hasil RAT. Pengurus tidak menyampaikan kondisi keuanganm mereka,” jelasnya.

Seperti diberitakan, puluhan nasabah Kospin Syariah mendatangi kantor yang berada di jalan Kapten Mulyadi Karanganyar tersebut untuk meminta agar uang tabungan dan deposito mereka segera dicairkan.

Baca Juga :  10 Pimpinan Perusahaan di Karanganyar Dipanggil Kejaksaan. Sebagian Mulai Keder, Nekat Ingkari Janji, Sanksi Pidana Menanti!

Para nasabah ini mengaku sejak satu tahun terkahir, mereka mengaku merasa kesulitan untuk menarik kembali tabungan dan deposito mereka.

Informasi yang dihimpun, nilai tabungan dan deposito para nasabah bervariasi. Mulia dari Rp 50 juta hngga Rp 400 juta. Sementara total dana di koperasi itu diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Wardoyo