JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Alhamdulillah Lur, Desa Tlogoharjo Kecamatan Giritontro Wonogiri Pada 2021 Bakal Bebas Kekeringan, ini Dia Penyebabnya

Dasar Waduk Gajah Mungkur Wonogiri mengering

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Tahun depan ada satu desa di Kecamatan Giritontro Wonogiri yang diklaim bakal bebas dari bencana kekeringan dan krisis air bersih.

Desa tersebut adalah Desa Tlogoharjo. Sebelumnya sebanyak empat desa dan satu kelurahan di Kecamatan Giritontro, Wonogiri merupakan desa terdampak kekeringan.

Fakta terkait hal itu diungkapkan Kades Tlogoharjo Kecamatan Giritontro, Miyanto, Kamis (26/11/2020). Menurut dia, di desanya saat ini ada enam sumber mata air sumur bor. Saat ini baru dalam proses pemasangan jaringan pipanisasi dan meteran.

“Insyallah di 2021 nanti desa kami bebas kekeringan,” ungkap dia.

Dia menjelaskan, beberapa waktu lalu telah mengebor sumur di Dusun Gunung yang merupakan daerah dataran tinggi dan jauh dari sumber air. Hasilnya, air mengalir dengan debit maksimal.

Selain itu, pengeboran sumur di Dusun Plereng yang dilakukan oleh Badan Geologi, baru-baru ini juga berhasil. Air mengalir untuk mencukupi kebutuhan air masyarakat. Tahun lalu, pengeboran sumur yang dilakukan dengan dana desa juga berhasil. Setidaknya ada enam sumur yang berhasil dibuat di desa itu sejak 2018 lalu.

Baca Juga :  Ambrol, Jembatan Sambeng Setren Desa Lemahbang Kecamatan Kismantoro Wonogiri Tinggal Sesisi, Tim Gabungan Pasang Rambu Darurat Warga Dilarang Melintas

“Debitnya cukup banyak. Di 2021 kami berencana memasang pipa pralon agar air dari sumur bisa mengalir ke rumah warga. Di tempat kami ada sejumlah 745 KK nasional dan 584 KK rumah,” ujar dia.

Menurut Kades, untuk biaya pemasangan pipa bakal ditanggung oleh APBD. Masyarakat tinggal memasang meteran air di rumah mereka masing-masing. Selain itu ada donasi dari warga yang berada di perantauan untuk pengadaan meteran dan pipanisasi.

Miyanto mengakui bahwa sebelumnya desa itu adalah daerah yang rawan terdampak kekeringan di musim kemarau. Sebelum sumur-sumur ini dibuat, warga pun harus membeli air bersih sendiri.

“Masyarakat beli sendiri. Satu tangki Rp 150 ribu. Sebelum ada mobil tangki, masyarakat mengambil air sendiri di Telaga Pindul di Kelurahan Bayemharjo, Kecamatan Giritontro yang jaraknya tujuh kilometer,” bebernya.

Baca Juga :  PSBB Wonogiri Ditindaklanjuti Anggota Tim Gabungan Betal Alias Nguntoronadi dengan Semakin Gencar Gelar Operasi Protokol Kesehatan

Sementara itu, Camat Giritontro Fredy Sasono mengatakan, dari lima desa dan dua kelurahan didaerahnya ada empat desa dan satu kelurahan terdampak kekeringan dalam setiap tahunnya. Adapun desa terdampak kekeringan adalah Desa Tlogoharjo, Tlogosari, Ngargoharjo, Jatirejo dan Kelurahan Bayemharjo. Lalu untuk Desa Pucanganom dan Kelurahan Giritontro aman dari bencana tahunan itu.

Lebih lanjut Fredy mengatakan, tahun ini sebenarnya ada tiga pengeboran sumur di tiga desa dari Badan Geologi. Pertama di Tlogoharjo sudah keluar airnya. Kemudian di Ngargoharjo gagal, padahal sudah dibor 126 meter tapi zonk, tidak keluar airnya.

Satu titik sumur yang dibor oleh Badan Geologi di Desa Jatirejo saat ini masih dalam proses pengerjaan. Ada tanda-tanda positif bahwa sumur itu bakalengeluarkan air.

Ditambahkan, pihaknya tetap bakal berusaha mengentaskan kekeringan di Giritontro. Baik melalui dana desa setempat, APBD maupun menyerap aspirasi masyarakat. Aria