JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Alumninya Sekeluarga asal Sragen Meninggal Usai Pernikahan, Dosen UDB Surakarta Ini Tulis Postingan Menyayat Hati. Ada Kalimat Selamat Jalan Nduk..

Postingan dosen LID, alumnus UDB Surakarta asal Wonorejo Kalijambe Sragen yang meninggal sekeluarga usai pernikahan. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kematian LID (28) pengantin baru asal Desa Wonorejo, Kalijambe, Sragen berikut kedua orangtuanya, sepekan usai pernikahannya, menyisakan duka mendalam.

Tak hanya kerabat dan warga, kepergian tragis satu keluarga itu juga menghadirkan duka bagi orang-orang terdekatnya. Salah satunya, dosen Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta, Ratini Setyowati.

Dosen yang akrab disapa Miss Atin itu mengaku sangat kehilangan usai mendengar kabar kepergian LID yang merupakan alumnus UDB Surakarta.

Sebagai rasa kehilangan, Miss Atin bahkan sampai menulis postingan mengharukan di hari meninggalnya LID. Di akun Facebook pribadinya, Atin mengunggah foto pernikahan almarhumah lengkap dengan riasan pengantin ala kejawen.

Kemudian ia menuliskan kenangan almarhumah semasa kuliah serta chat terakhir sebelum hari pernikahan LID.

Postingan mengharukan itu diunggah Miss Atin pada tanggal 5 November pukul 15.42 WIB atau sesaat usai kepergian LID untuk selamanya. LID merupakan salah satu alumnus UDB yang mengambil jurusan Rekam Medis Ilmu Kesehatan (RMIK).

Berikut postingan dosen Miss Atin yang mengaduk-aduk empati dan menyayat hati itu.

Innalilahiwainaillaihirojiun…smg husnul khotimah nduk….Alloh lebih menyayangi mu…
Bagi yg tdk mengenalmu kamu anak yg galak sembrono ra ngagasan dll hal buruk melekat…krn ngueyel e minta ampun….satu2 ne mhs yg berani mbantah ketika aku nesu….
Tp kau punya hati yg mulia..kamu penyanyang ibu n adik mu…adik yg selalu kau banggakan n kau sayangi kau selalu bercerita “aku mau sukses kok mis…aku mau ngarawat ibu n jd penganti ibu unk ngrawat adek kelak…adik ku cantik loh mis dlll ngeciwis cerita diruangan ku kala itu….

(L..A..W…) itu nama mu…indah nama itu…3 tahun mengenal mu saat kuliah membuat kita dekat…kaya ibu n anak e…bertengkar kaya musuh….tp tetap saling menyayangi…

Chat terakhir 2 Nov 2020 jam 19.20an…chat itu sudah tdk kamu balas…
Kamu baru Menikah 24 Oktober 2020 kemarin…blm sempat happy dg kelg kamu sakit…

Teringat sblm nikah setiap saat chat cerita tentang rencana indah mu di hari H…mis nanti aku mesti cantik banget saat di rias …n ya alloh bener banget….kamu cantik banget…datang ya mis…kudu datang loh…selalu itu di chat mu…anak yg baik

Selamat jalan nduk…
Ya alloh ampunilah dosa2 nya….tempatkan lah dia di surgaMu ya alloh…aamiin
Alumni RMIK Universitas Duta Bangsa Surakarta
Prodi Rmik Udb Surakarta berduka
Pkts AlumniCitramedika berduka”

Saat dikonfirmasi JOGLOSEMARNEWS.COM , Miss Atin membenarkan telah menulis postingan haru itu. Ia memgakui saya secara pribadi, sebagai mantan dosen almarhum yang mengenal dekat, sangat kehilangan.

Baca Juga :  Pusing Pupuk Kian Langka, Petani di Desa Sambirejo Sragen Rame-Rame Nyatakan Siap Beralih ke Organik Cair. Kades Langsung Datangkan Pakar, Produksi Bisa Naik 2 Ton Perhektar

“Unjversitas Duta Bangsa Surakarta juga sangat berduka. Karena kami dekat dengan mahasiswa, apalagi dengan almarhumah yang merupakan sosok yang supel,” ujar Ratini, Minggu (15/11/2020).

Miss Atin mengatakan almarhumah LID lulus dari prodi Rekam Medis tahun 2013. Kala itu, masih bernama Apikes Citra Medika Surakarta sebelum kemudian berubah menjadi Universitas Duta Bangsa Surakarta tahun 2018.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , kisah pedih pengantin baru itu bermula ketika LID yang sebelumnya bekerja di Jakarta, pulang untuk menikah dengan belahan jiwanya asal Wonogiri tanggal 22 Oktober 2020.

Pernikahan kedua mempelai itu dihelat pada 24 Oktober 2020 silam. Di hari itu, LID melewati hari bahagianya dengan melepas masa lajangnya melalui prosesi ijab qabul di kediaman orangtuanya yang kebetulan menjabat sebagai modin desa di Wonorejo, Kalijambe.

Semula, setelah ijab qabul selesai, pihak keluarga berencana melanjutkan dengan hiburan kecil-kecilan.

Namun belum sempat ditunaikan, aparat Polsek dan Satgas setempat memberikan arahan agar hajatan itu diurungkan lantaran situasi sedang dalam pandemi covid-19.

Walhasil pesta hiburan pun akhirnya dibatalkan. Meski demikian, prosesi ijab qabul sudah selesai digelar pagi harinya.

“Nikahnya jadi tapi hanya ijab qabul. Sebenarnya mau dilanjutkan hiburan geden, tapi karena situasi pandemi, kemudian didatangi Polsek akhirnya nggak jadi ada hiburan. Nah, setelah itu, dua hari kemudian tanggal 26 Oktober, pengantin mau diboyong diunduh ke Wonogiri tempat mempelai pria. Tapi belum sampai ke tujuan, pengantin perempuan sudah tidak kuat mengeluh sakit. Akhirnya ndak sampai ke Wonogiri dan pengantin perempuannya dilarikan ke RS di Solo,” papar YN, salah satu warga Wonorejo, Kalijambe kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (9/11/2020).

Baca Juga :  Sudah 12 Petani Tewas, 40 Penembak Langsung Diterjunkan Operasi Malam-Malam di Persawahan Karangmalang Sragen. Hasilnya, 600 Ekor Tikus Ditembak Mati Hanya Hitungan 3 Jam

Positif Covid-19

Sempat berjuang selama sepekan, LID gagal terselamatkan dan akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya, Kamis (5/11/2020) malam atau sepekan setelah pernikahannya.

Kebahagiaan yang sempat memancar di keluarga Pak Modin, seketika berubah menjadi duka. Hujan air mata mengiringi pemakaman LID yang beberapa hari sebelumnya barusaja melangsungkan pernikahan.

Kades Wonorejo, Edi Subagyo membenarkan adanya kejadian yang menimpa pengantin putri Pak Modin itu. Namun ia menyampaikan bahwa almarhumah memang sempat memiliki riwayat penyakit asma.

“Nikahnya tanggal 24 Oktober meninggalnya pas malam Jumat tanggal 5 November. Sebelumnya manten perempuan itu pulang dari Jakarta untuk menikah. Kemudian dua hari setelah menikah, lalu sakit dan meninggal dunia. Pas pernikahan memang ijab qabul, rencananya mau hiburan tapi diarahkan agar ditunda karena situasi pandemi dan manut,” paparnya.

Duka makin menjadi ketika sehari berikutnya, giliran ibunya, S (57) menyusul meninggal dunia di RSUD Gemolong.

Belum kering air mata, kabar duka kembali menghampiri. Ayahanda LID, yakni Pak Modin SUD (60) yang drop setelah kepergian putri dan istrinya, juga menyusul meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD dr Soeratno Gemolong pada 9 November.

“Hasil swab, ketiganya positif terpapar covid-19,” ujar Kepala DKK Sragen, dr Hargiyanto.

Dengan meninggalnya Pak Modin, tercatat tiga anggota keluarga itu meninggal hanya dalam kurun lima hari terakhir sejak hajatan pernikahan digelar.

Tak pelak, duka pun menyelimuti sanak saudara dan keluarga lantaran harus kehilangan tiga orang sekaligus secara beruntun. Tragisnya lagi, duka itu menghampiri setelah momen bahagia menggelar pernikahan. Wardoyo