JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Dalang Ki Seno Nugroho Meninggal, Pariwisata Yogyakarta Kehilangan Sosok Ikon Kesenian Wayang Kulit

Dalang wayang kulit, Ki Seno Nugroho. Foto: Instagram

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Kabar meninggalnya dalang wayang kulit Ki Seno Nugrono mengejutkan dunia pariwisata di Yogyakarta. Pasalnya, Ki Seno Nugroho telah menjadi salah satu ikon kesenian yang turut berjasa membangkitkan pariwisata di Kota Gudeg.

Nama dalang Ki Seno Nugroho yang kerap tampil mengisi gelaran event di Yogyakarta selalu dinantikan kehadirannya oleh para penikmat seni pertunjukan wayang kulit. Penggemar pertunjukan wayang kulit yang dibawakan Ki Seno Nugroho bahkan datang dari luar Yogyakarta.

Kabar meninggalnya Ki Seno Nugroho pada Selasa (3/11/2020) malam kemarin pun tak pelak membuat banyak pihak merasa kehilangan, tak terkecuali Pemkot Yogyakarta.

“Kami kehilangan ikon kesenian wayang kulit yang fenomenal, beliau adalah magnet (wisata), punya penggemar sendiri,” ujar Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, yang juga mengaku sebagai pecinta pertunjukan wayang Ki Seno Nugroho, Rabu (4/11/2020).

Heroe mengatakan, Ki Seno selalu tampil menyajikan pertunjukan wayang kulit dengan ciri khasnya yang memadukan antara gagrak Surakarta dan gagrak Yogyakarta. Hal itu menjadikan wayang kulit masih banyak digemari berbagai kalangan.

Baca Juga :  Sembarangan Buang Bara Arang, Rumah Warga Gunungkidul Ludes Dilalap Api

“Beliau salah satu yang menjadikan wayang kulit bisa eksis dan setiap pertunjukan selalu ramai para penonton langsung maupun live streaming,” kata Heroe.

Raja Dalang Live Streaming

Ki Seno yang dalam pertunjukannya luwes memainkan tokoh punakawan, Petruk, Semar, Gareng,dan Bagong secara jenaka itu menjadi daya tarik tersendiri. Kiprahnya di dunia wayang pun bukan hanya di Indonesia namun juga sudah merambah daratan Eropa, seperti Belanda dan Belgia.

“Saat tampil live streaming yang dua channelnya bisa sampai 20.000 lebih penonton, saya kira Ki Seno adalah rajanya dalang live streaming di Indonesia,” ujar Heroe.

Heroe mengamati hampir setiap malam, dalam cerita wayang climen atau cerita singkat yang dibawakan Ki Seno yang rata-rata sekitar dua jam itu, sedikitnya bisa menyedot 8.000 penonton.

“Ki Seno termasuk yang menginspirasi kita bahwa di masa pandemi, ketika pertunjukan kesenian masih dibatasi untuk tidak menghadirkan penonton, namun lewat live streaming dan waktu pertunjukan yang diringkas ia bisa tetap sukses,” ujarnya.

Baca Juga :  BPBD Yogyakarta Andalkan Pos Ngentak untuk Antisipasi Bencana Banjir Akibat Curah Hujan yang Mulai Meninggi

Heroe pun menyebut Ki Seno sebagai dalang gaul yang pandai beradaptasi dan membaca karakter para penonton live streaming sehingga mampu membuat penonton betah menonton aksinya.

“Dialah seniman yang menguasai pertunjukan dunia maya, rajanya live streaming channel YouTube untuk bidang pertunjukan seni budaya,” ujarnya.

Lahir di Yogyakarta, 23 Agustus 1972, Ki Seno Nugroho meninggal dunia dalam usia 48 tahun.

Sebelum meninggal di Rumah Sakit PKU Gamping Sleman, Ki Seno diketahui masih sempat berolahraga pada sore hari di sekitar rumahnya. Ia kemudian mendadak merasakan sakit dan muntah-muntah hingga dilarikan ke rumah sakit oleh keluarganya.

Jenazah Ki Seno Nugroho telah dimakamkan di Pemakaman Semaki Gede, Yogyakarta pada Rabu (4/11/2020) siang sekitar pukul 13.00 WIB setelah sempat disemayamkan di rumah duka di Gayam Argosari Sedayu, Bantul.

www.tempo.co