JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dicecar Hakim, Suparmi Masih Bungkam Misteri Sogokan Rp 190 Juta. Jaksa Bilang Aneh Uang Segitu Banyak Sampai Nggak Ingat Dipakai Apa Saja!

Mantan Kades Trobayan, Suparmi saat dikawal menuju mobil tahanan Kejaksaan Negeri Sragen. Foto/Wardoyo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM -Mantan Kades Trobayan, Kecamatan Kalijambe, Suparmi (50) dan suaminya, Suyadi (52) memang sudah dituntut 2 tahun 6 bulan atau 2,5 tahun penjara dalam perkara dugaan korupsi bermodus pungutan liar (pungli) pada seleksi perangkat desa (Perdes) tahun 2018.

Keduanya yang meraup Rp 515 juta dari empat calon perangkat dengan modus minta sogokan saat seleksi Perdes, dituntut dalam sidang lanjutan yang digelar, Rabu (25/11/2020) kemarin.

Namun masih ada ganjalan yang hingga kini masih menjadi pertanyaan besar di benak majelis hakim dan jaksa. Yakni, soal misteri uang sogokan Rp 190 juta yang diminta Suparmi dari salah satu korban dan hingga kini belum dikembalikan.

Baca Juga :  Innalillahi, 12.040 Warga Sragen Meninggal Dunia Selama Pandemi. Berikut Rincian Kematian Setiap Bulan, Nomor 15 Paling Ngeri!

“Iya kemarin Pak Ketua Majelis Hakim, Pak Casmaya juga menanyakan soal itu (Rp 190 juta). Kemarin terdakwa Suparmi sempat tidak mengakui yang Rp 190 juta itu untuk apa aja,” papar Kasi Pidsus Kejari Sragen, Agung Riyadi, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (30/11/2020).

Agung menguraikan dalam sidang sebelumnya, Suparmi sempat menyampaikan alasan tidak mengembalikan uang itu karena sudah habis untuk macam-macam.

Namun, saat dicecar pertanyaan di hadapan sidang, mantan Kades perempuan itu mengaku tidak ingat uang itu habis untuk apa saja.

Baca Juga :  Mafia Sabu Bakek Digerebek Polisi di Sambungmacan Sragen. Ditangkap Usai Transaksi di Jalan Layang

Hal itulah yang menurut Agung terkesan agak janggal. Sebab nominal Rp 190 juta bukanlah jumlah yang sedikit.

‘Sampai sekarang kita juga belum tahu itu untuk apa. Tapi kalau dirasa ya aneh juga, masak uang segitu banyak habis begitu saja, sampai nggak ingat. Kalau dulu di awal penyidikan, dia sempat bilang alasanya uang habis buat kerja bakti, bantu-bantu segala macam. Tapi pas disidang nggak mengakui,” terangnya.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua