JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dirut RSUD Gemolong dan 7 Nakes Positif Covid-19, Plt Bupati Pastikan Rumah Sakit Tidak Ditutup. Minta Waspadai Penyebaran Virus Via Mikro Droplet, Imbau Masyarakat Jangan Lepas Masker!

Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang Isolasi. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Plt Bupati Sragen, Dedy Endriyatno memastikan pelayanan di RSUD Dr Soeratno Gemolong harus tetap berjalan meskipun Dirut RS tersebut, dr Agus Trijono dan nakesnya dinyatakan positif terpapar covid-19.

Menurutnya, jika rumah sakit ditutup maka pelayanan pengobatan kepada masyarakat tidak akan bisa diberikan.

“Kalau rumah sakit ditutup, nanti gimana pelayanannya. Pelayanan juga harus tetap berjalan. Kalau di RSUD Soehadi kemarin sebagian poli ditutup itu karena tempat isolasinya berdekatan,” tandasnya.

Ia juga mengatakan saat ini tim masih melakukan tracing kontak erat dan darimana penularannya. Soal kemungkinan swab massal seperti yang pernah dilakukan RSUD dr Soehadi Sragen ketika 90 nakesnya positif, Dedy menyampaikan nantinya menunggu hasil tracing.

Terlepas dari itu, ia menyampaikan lonjakan kasus covid-19 dalam jumlah besar beberapa hari ini termasuk menjangkiti direktur rumah sakit dan nakes, menunjukkan bahwa mutasi virus covid-19 memang makin mengganas.

Baca Juga :  Berkah HUT PGRI, 150 Siswa Yatim Piatu di Sukodono Sragen Dapat Santunan. Panitia Juga Salurkan Air Bersih di 2 Desa Krisis Air

Karenanya, proteksi terhadap perangkat dan tenaga kesehatan di rumah sakit memang harus ditingkatkan. Terlebih rumah sakit merupakan tempat yang sangat rentan terjadi penyebaran virus.

“Saya pikir siapapun yang bekerja di rumah sakit punya resiko tinggi terpapar covid-19 ini. Kemarin di RSUD hampir 90 sekian yang disampaikan teman-teman, terus dari Rumah Sakit Gemolong. Tidak hanya kita di tempat lain juga sama, di Sukoharjo di tempat-tempat lain direktur rumah sakit juga dinyatakan kena. Ini harus jadi atensi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa yang perlu diwaspadai saat ini tidak lagi percikan droplet sebagai media penyebaran virus covid-19. Namun patut diwaspadai pula adalah potensi penyebaran mikro droplet yang bisa menyebar terbawa angin.

“Faktanya sekarang mikro droplet ini justru yang membuat bahaya berkembang di wilayah sekitar kita.
Makanya kemanapun kita jangan sampai lepas masker,” tandasnya.

Baca Juga :  Kabar Baik, Pemerintah Putuskan Sekolah Tatap Muka Akan Dibuka Mulai Januari 2021. Ini 6 Ketentuan dan Persyaratan Wajib Yang Harus Dipenuhi Sekolah!

Sebelumnya, data di Gugus Tugas Senin (16/11/2020), kasus Covid-19 kembali meledak dengan tambahan 30 kasus positif.

Ironisnya ada tujuh tenaga kesehatan dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soeratno Gemolong yang juga dikabarkan positif terpapar covid-19.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto membenarkan Direktur Utama (Dirut) RSUD Soeratno Gemolong dr. Agus Trijono, terpapar covid-19.

”Benar beliau terpapar, untuk penularan darimana kita tidak tahu,” paparnya kepada wartawan, Senin (16/11/2020).

Ia juga menyebut selain Dirut, ada tiga tenaga kesehatan (Nakes) yang juga terpapar covid-19 hari ini. Terkait hal itu, tim DKK sudah melakukan tracing untuk mencegah penularan yang lebih banyak.

Menurut Tatag, saat ini dr. Agus Trijono sudah menjalani isolasi mandiri di RSUD Gemolong.

”Doakan saja lekas pulih. Sudah isolasi mandiri di ruang isolasi RSUD Gemolong,” urainya. Wardoyo