JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

DIY Tambah 168 Kasus Covid-19, Terbanyak dari Bantul

Ilustrasi virus corona. Pixabay
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Penambahan jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi DIY sebanyak 168 kasus pada Kamis (5/11/2020) kemarin, didominasi temuan dari Kabupaten Bantul, yakni sebanyak 139 kasus.

Sementara itu, Kabupaten Slema, sebanyak 16 kasus, Yogyakarta 10 kasus, Kulonprogo 2 kasus dan Gunungkidul satu kasus.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Provinsi DIY, Berty Murtiningsih mengatakan penambahan kasus kali ini menjadi catatan terbanyak semenjak muncul Covid-19 di DIY.

Untuk jumlah sampel yang diperiksa per Kamis, sebanyak 805 sementara jumlah orang yang diperiksa sebanyak 690.

Juru Bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul Sri Wahyu Joko Santoso menegaskan, jika penambahan kasus dari Bantul tersebut memang dari hasil tracing dari kasus sebelumnya di tempat pendidikan atau ponpes.

Ia memastikan jika seluruh pasien yang terkonfimasi positif tersebut dalam kondisi baik.

“Penambahan kasus ini adalah hasil tracing dari kasus sebelumnya di tempat pendidikan. Penanganan juga sudah kami koordinasikan dengan dinkes, puskesmas dan instansi terkait serta dari perangkat desa,” tegasnya.

Baca Juga :  Kasus Penularan Covid-19 Kembali Terjadi di Warung Makan Yogyakarta

Lurah Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro mengungkapkan, tambahan kasus Covid-19 yang ada di wilayahnya berasal dari lingkungan masyarakat dan lingkungan ponpes.

Pemerintah Desa bekerja sama dengan Dinkes Bantul, menurut dia, akan terus memaksimalkan layanan melalui aplikasi Whatsapp Grup dalam memberikan asistensi klinis. Hal itu sekaligus untuk memantau perkembangan dari masing-masing santri.

“Di tengah situasi merebaknya wabah Covid-19, Pemerintah Desa harus tetap hadir dan berupaya memberikan pelindungan kepada warga, termasuk santri dan pengasuh yang tinggal di wilayah Desa Panggungharjo. Perlindungan warga menjadi prioritas utama kami,” ujar Wahyudi.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Rahardjo mengatakan, dengan banyaknya jumlah kasus terkonfirmasi positif, Dinas Kesehatan Bantul berencana mengundang pengelola pondok pesantren.

Kemudian mengusulkan agar Ponpes tersebut melakukan pembatasan internal.

“Santri kami sarankan tetap didalam. Tidak boleh keluar masuk pondok pesantren sehingga tidak menularkan kepada orang lain,” ungkapnya.

Baca Juga :  Merapi Siaga, Pelajar di KRB III Dilatih untuk Tanggap Bencana

Sementara itu, Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan, banyaknya penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif di Bantul merupakan konsekuensi dari Pemkab Bantul yang agresif melakukan tes swab ataupun PCR kepada kelompok-kelompok yang beresiko tertular di beberapa kecamatan. Termasuk kelompok yang menjadi sasaran testing adalah perkantoran dan pendidikan.

“Ternyata hasilnya banyak penularan berstatus OTG (orang tanpa gejala),” ujarnya.

Oki, panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santoso berharap, penambahan jumlah kasus secara signifikan di Bantul tidak menimbulkan ketakutan berlebih.

Namun menjadi kewaspadaan bersama. Menurutnya, kunci pengendalian Covid-19 adalah kejujuran.

Ia meminta kepada orang yang beresiko menularkan untuk selalu jujur, sehingga tidak menularkan kepada orang lain.

Selain itu Oki juga kembali mengingatkan masyarakat untuk senantiasa mematuhi Protokol Kesehatan. Minimal memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

www.tribunnews.com