JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Henry Yosodiningrat Desak Polisi Usut Rizieq Shihab di Kasus Pencemaran Nama Baik, FPI Tanggapi Santai

Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sepulangnya imam besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab ke tanah air, pengacara, Henry Yosodiningrat mendesak polisi untuk menindaklanjuti laporannya terhadap Rizieq Shihab.

Mengenai hal itu, juru bicara FPI, Munarman menanggapinya singkat.
Dia  hanya mengutip pepatah untuk menanggapi desakan politikus PDIP tersebut. 

“Ibarat kata pepatah. Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu,” kata Munarman kepada Tempo, Rabu (11/11/2020).

Baca Juga :  PGRI Nilai Kebijakan Belajar di Sekolah Tak Bisa Sepenuhnya Diserahkan ke Pemda, Pemerintah Pusat Sebaikanya Membuat Kurikulum Darurat

Sebagaimana diketahui, Henry melaporkan Rizieq Shihab atas dugaan pencemaran nama baik pada Januari 2017. Dia menyerahkan surat berisi desakan kepada Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana untuk menindaklanjuti kembali laporannya itu pada Rabu (11/11/2020).

Menurut Henry, tidak ada alasan lagi bagi polisi untuk tidak melanjutkan pengusutan kasus itu, karena Rizieq Shihab telah kembali ke Indonesia setelah 3,5 tahun menetap di Arab Saudi.

Baca Juga :  Rizieq Shihab Jalani Tes Swab Mandiri, FPI Klaim Hasilnya Negatif Covid-19. Pengacara FPI: Bukti Medis Privasi HRS

“Kalau dulu saya bisa memahami karena yang bersangkutan tidak ada di Indonesia,” kata Henry di Polda Metro, Rabu (11/11/2020).

Laporan Henry Yosodiningrat teregister dengan nomor LP/529/l/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Dia mengatakan dirinya dituduh sebagai komunis dan memusuhi umat Islam. Pencemaran nama baik ini dilakukan melalui akun Facebook Satu Channel dan akun Instagram habib.rizieq.

www.tempo.co