JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jauh-jauh dari Sragen Gagal Bertemu Presiden Jokowi dan Prabowo di Jakarta, Suwardi Akhirnya Pulang Bawa Kembali Ukiran Uniknya. Sempat Bolak-Balik Jakarta ke Istana Bogor, Begini Perasaannya!

Suwardi, seniman asal Sragen saat berpose di depan Istana Kepresidenan Bogor untuk menyerahkan ukiran uniknya yang ia persembahkan untuk Presiden Jokowi. Foto/Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suwardi (54) yang membuat karya ukiran unik untuk dipersembahkan kepada Presiden RI, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, gagal menuntaskan mimpinya untuk bertemu dan menyerahkan karyanya itu ke orang pertama di Indonesia tersebut.

Jauh-jauh dari Sragen membawa ukiran dari akar kayu jati karyanya, Suwardi terpaksa harus membawa kembali buah tangannya itu ke Sragen.

Sempat berjuang di Jakarta dan Istana Bogor, karyanya itu tidak bisa diterima oleh petugas dengan berbagai alasan.

Suwardi berangkat ke Jakarta untuk menyerahkan karyanya itu pada Rabu (4/11/2020) siang. Tiba di Jakarta Kamis (5/11/2020), warga Dukuh Ngablak RT 13/4, Kroyo, Karangmalang, Sragen itu berjuang menerobos ketatnya pengamanan di Istana Negara melalui staff kepresidenan.

Meski sempat disambut baik via telepon sehari sebelumnya, namun setiba di Istana Presiden, ia tidak diperkenankan menyerahkan karya itu.

Kemudian oleh petugas, ia disarankan mengirim ke Istana Bogor tapi perjuangannya kandas di barisan pengamanan.

“Saya sampai Jakarta jam 04.00 WIB pagi. Sempat bertemu sekuriti di istana tapi tidak boleh masuk. Katanya harus seizin Kepala Staff Kepresidenan Pak Moeldoko. Saya lalu diarahkan ke Istana Bogor. Sampai Bogor nunggu sampai jam 08.00 WIB, nggak bisa juga. Karena nggak ada kepastian, ya sudah akhirnya saya bawa pulang lagi,” urainya.

Ukiran dari akar kayu jati raksasa yang dibuat selama hampir tiga bulan lebih itu sebenarnya akan ia persembahkan sebagai bukti kecintaannya kepada kedua tokoh tersebut.

Namun karena gagal disampaikan, akhirnya ukiran itu dibawa pulang lagi dengan Mobil Luxio yang ia kemudikan bersama adiknya.

Baca Juga :  Klaster Hajatan Kalijambe Renggut 4 Nyawa, Pemkab Sragen Terbitkan SOP Baru Soal Hajatan. Mulai Hari Ini, Hajatan Harus Ijin Kepolisian, Jamuan Dibawa Pulang, Prasmanan Dilarang!

Suwardi tiba di Sragen, Jumat (6/11/2020). Meski belum berhasil, Suwardi mengaku tak kecewa atau patah arang. Ia tetap yakin dan tidak akan menyerah, bahwa suatu saat nanti pasti karyanya itu akan bisa dipersembahkan kepada Presiden Jokowi dan Prabowo.

“Nggak apa-apa Mas, namanya sudah saya niati. Karena petugas penjagaan itu kepanjangan tangan Beliau, ya saya manut saja. Suatu saat kalau Allah meridhai pasti bisa,” tukasnya.

Suwardi, pengagum Jokowi dan Prabowo, asal Ngablak, Karangmalang, Sragen, menunjukkan ukiran unik dari akar kayu jati yang sarat makna dan dibuat khusus untuk dipersembahkan ke duet Jokowi-Prabowo. Foto/Wardoyo

Sebelumnya, Suwardi menceritakan ukiran itu dibuat dari dangkel (akar) kayu jati berukuran besar yang ada di pekarangannya.

Akar itu diambil sekitar empat bulan silam dari pohon jati berusia puluhan tahun yang ia tebang. Setelah dibawa pulang, ia mengaku hampir dua malam tak bisa tidur dan kemudian muncul firasat untuk melukis atau mengukirnya.

“Nggak tahu, seperti ada yang nuntun. Lalu saya seperti diberi gambar-gambar kayak gini, terus saya ukir aja mengikuti alurnya. Sehingga ada berbagai bentuk di ukiran ini. Ada wajah raksasa dengan mata menyerahkan, ada Garuda dan seperti sebuah cerita,” paparnya, Jumat (30/10/2020) lalu.

Suwardi yang mengaku pengagum berat Jokowi dan Prabowo itu kemudian menceritakan makna ukiran unik berwarna hitam itu.

Ia menyebut di ukiran itu ada tokoh utama berbentuk raksasa bertaring dengan mata menyeramkan.

Kemudian di bawannya ada seperti tangan-tangan menyerupai ular. Itu memaknakan adanya rongrongan yang berupaya mengganti atau merobohkan Pancasila.

“Kalau Pancasila ini diganti, nanti orang- orangnya termasuk harta kekayaan di Indonesia akan dimakan oleh raksasa atau kekuatan asing semua sehingga Indonesia akan menjadi lemah. Tapi tidak usah khawatir ini di belakang ada ukiran tangan- tangan, ini ada tangan satu tangan dua tangan tiga tangan empat yang siap melindungi. Lalu ini ada bintang jadi ada tentara dan polisi ini ada jenderalnya yang siap melindungi,” terangnya.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi Minus 3 %, Yuni-Suroto Janjikan Anggaran Rp 10 Miliar Pertahun Untuk UMKM dan Start Up Ekonomi Kreatif

Tak hanya dari satu sisi, menurutnya ukiran unik itu juga bisa dibalik dan jika dibalik akan memiliki makna berbeda.

Suwardi menggambarkan jika dibalik maka akan berbentuk seperti rangkaian sayap yang bersatu mirip dengan Burung Garuda sedang terbang.

“Maknanya Indonesia akan jaya dan akan kokoh serta disengani oleh bangsa luar kalau semua bersatu. Maka sudah saatnya pejabat elit dan pejabat tinggi di negeri ini harus bersatu sehingga Indonesia akan jaya,” tukasnya.

Menurutnya dalam ukiran itu, ketokohan Pak Jokowi dan Prabowo juga terukir dalam upaya mempertahankan kedaulatan NKRI dan Pancasila.

Suwardi menyebut ukiran unik itu sengaja ia buat khusus untuk diberikan kepada Presiden Jokowi dan Prabowo.

“Karena Pak Prabowo adalah orang yang juga sudah rela merelakan harga dirinya demi kepentingan bangsa Indonesia. Sehingga waktu itu tidak terjadi perang saudara beliau legawa dan bersama Pak Jokowi akhirnya membangun Indonesia. Bagi saya, keduanya adalah pemimpin sejati. Makanya sebagai wujud kecintaan saya sebagai wong cilik ini akan saya hadiahkan pada beliau berdua. Harapannya bisa diterima dan semoga Pak Jokowi dan Pak Prabowo selalu sukses dan dilindungi Gusti Allah,” terangnya. Wardoyo