JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Jika Terpilih Jadi Wali Kota, Gibran Diminta Optimalkan Program Kota Layak Anak

Gibran menyapa Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjarsari Solo. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Calon Wali Kota Solo dari PDIP, Gibran Rakabuming Raka diminta untuk mengoptimalkan program Kota Layak Anak (KLA) jika menjadi Wali Kota Solo nantinya. Hal itu dilontarkan Perwakilan Forum Anak Pasar Kliwon, Agustin Mutiara Dewi kepada Gibran lewat kampanye virtualnya yang digelar Minggu (1/11/2020) sore di kawasan Pasar Kliwon.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga diharapkan kelak bisa lebih memanfaatkan area belajar taman cerdas, serta mengoptimalkan event-event pelajar seperti Kreasso (Kreatif Anak Sekolah Solo).

Baca Juga :  Travel Gelap Tujuan Jatim Terjaring Penyekatan di Pospam Makutho Solo, Armada Ditahan, 11 Penumpang Dipulangkan

Gibran lantas menanggapi permintaan tersebut dengan menyebutkan komitmennya untuk mendorong pelajar-pelajar di Solo agar kompeten dan berdaya saing.

“Nanti event-event pelajar akan kita optimalkan lagi, nanti juga ada Creative Hub, ruang publik yang bisa dimanfaatkan adik-adik pelajar untuk mengembangkan skill, bisa belajar public speaking, marketing, branding, dan lainnya,” ujar Gibran.

Sebelumnya, tim pemenangan calon wali kota Solo dari PDIP optimis mampu mencapai kemenangan dengan Raihan 92 persen suara. Untuk itu, tim pemenangan mengajak seluruh warga Solo untuk berbondong-bondong pergi ke tempat pemungutan suara (TPS).

Baca Juga :  Kelurahan Tempat Tinggal Presiden Jokowi Jadi Satu-satunya Kawasan Zona Merah Covid-19 di Solo

Penanggungjawab tim pemenangan Paslon Gibran-Teguh, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, warga tidak perlu takut dan menghawatirkan terkait penerapan protokol kesehatan di TPS.

“Kamu optimis bisa mencapai 92 persen suara. Yang pasti butuh kerja keras untuk merealisasikan target ini. Warga pasti ada kekhawatiran untuk menyampaikan aspirasinya ke TPS, terutama di tengah pandemi Corona saat ini. Tapi yang pasti TPS aman karena protokol kesehatan diterapkan dengan ketat,” paparnya. Prihatsari