JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Menantu Nurhadi Punya Usaha Apartemen The Cliff di Bali, Tapi Diduga Fiktif

Menantu mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, Rezky Herbiyono bersiap meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa (15/9/2020) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –

967220 720
Menantu mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, Rezky Herbiyono bersiap meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa (15/9/2020) / tempo.co

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wawan Yunarwanto mempertanyakan gaya hidup menantu mantan Sekretaris MA Nurhadi, Rezky Herbiyono.

Pertanyaan itu diajukan kepada adik ipar Nurhadi, Rahmat Santoso dalam sidang pemeriksaan saksi, Rabu (18/11/2020).

“Bagaimana background keluarga terdakwa 2 sebelum menikah dengan Aulia (putri Nurhadi)? Apakah punya warisan cukup terkait gaya hidup, mobil mewah?” tanya Wawan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (18/11/2020).

Rahmat mengatakan bahwa ayah Rezky sudah meninggal. Sebelum menikah dengan ponakannya, Aulia, Rezky sudah membeli mobil Ferrari.

Namun, ia sempat mendengar kabar dari teman-temannya bahwa mobil Ferrari tersebut hanya disewa Rezky.

Jaksa Wawan kemudian menanyakan usaha apa yang dijalankan Rezky sebelum menikah dengan Aulia. Rahmat menjawab bahhwa ia hanya tahu Rezky membuka kantor.

“Apa pernah ada saudara dengan terdakwa 2 punya usaha perumahan di Bali?” tanya Wawan.

Baca Juga :  Menyusul Kasus Edhy Prabowo, Giliran KPK Tetapkan Walikota Cimahi sebagai Tersangka Suap Izin Pembangunan Rumah Sakit

Rahmat menceritakan bahwa ia pernah ditawari apartemen bernama The Cliff di Bali oleh anak buah Rezky, Supriyo.

Jaksa Wawan bertanya lagi, “The Cliff itu benar ada perusahaan atau nama The Cliff?”

Rahmat mengaku tidak tahu dan hanya diberi brosur apartemen tersebut. Jaksa Wawan kemudian membacakan keterangan Rahmat di BAP.

Dalam berita acara itu, Rahmat menyampaikan bahwa Aulia tinggal bersama neneknya (ibunya Rahmat dan istri Nurhadi) di sebuah rumah yang disewa di Surabaya saat kuliah di Universitas Airlangga.

Kemudian, kata Rahmat dalam BAP, ada mobil Lamborghini dan Ferrari yang diparkir di depan rumah tersebut.

Ibu Rahmat atau nenek dari Aulia mempertanyakan kendaraan tersebut karena pekerjaan Rezky tidak jelas, dan pembelian mobil itu juga tak jelas asal usulnya.

Masih dalam BAP yang dibacakan Wawan, Rahmat menyampaikan bahwa Nurhadi seperti membela Rezky dengan mengatakan bahwa Rezky adalah pengusaha sukses dan memiliki usaha perumahan di Bali dengan nama The Cliff.

Baca Juga :  Viral Adzan dengan Ajakan Jihad, Bolehkah Kalimat Seruan Adzan Diubah? Ini Pandangan MUI

Lalu, Rahmat dalam BAP menjelaskan bahwa belakangan perumahan The Cliff itu fiktif.

Rahmat pun membenarkan keterangannya di BAP.

“Iya belakangan setelah saya ketahui saya tanya (ke Supriyo), itu The Cliff gimana ceritanya? ‘Enggak ada, Om’. Lho, enggak ada gimana, saya bilang gitu gitu,” ujar Rahmat.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya mendakwa Nurhadi dan menantunya menerima suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara senilai Rp 83.013.955.000 atau Rp 83 miliar lebih.

Rinciannya, suap sebesar Rp 45.726.955.000 diduga diberikan oleh Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal, Hiendra Soenjoto.

Kemudian menerima gratifikasi senilai Rp 37.287.000.000. Uang itu disebut diterima dari lima orang yang memiliki perkara di lingkungan Pengadilan, di tingkat pertama, banding, kasasi atau peninjauan kembali.

www.tempo.co