JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Pemkab Kudus Fokus Bangun 15 Destinasi Desa Wisata Baru

Ilustrasi destinasi wisata. Pexels
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

KUDUS, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus fokus mengembangkan desa wisata. Saat ini, sebanyak 15 desa wisata telah menjadi prioritas untuk menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Kudus.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Bergas Catur Sasi Penanggungan, menjelaskan, sebanyak 15 desa yang ada di Kabupaten Kudus bakal dikembangkan menjadi desa wisata karena memiliki potensi mendatangkan wisatawan dan memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan pemerintah.

“15 desa wisata yang tengah dibangun yakni Desa Temulus, Jepang, Loram Kulon, Kaliputu, Kandangmas, Tanjungrejo, Ternadi, Wates, Wonosoco, Dukuh Waringin, Rahtawu, Jurang, Margorejo, Terban, dan Padurenan,” terang dia, kemarin.
“Sedangkan tiga desa yang masuk kategori desa berkembang yakni; Dukuh Waringin, Loram Kulon, Jepang,” imbuh dia.

Baca Juga :  Jogo Wartawan, Cara PWI Jateng Saling Menjaga Sesama Profesi dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

Lebih detail, Catur menguraikan, dari 15 desa tersebut, sebagian ada yang ditetapkan sebagai desa wisata kategori berkembang dan desa rintisan wisata. Pemberian surat keputusan (SK) penetapan dijadwalkan pekan depan.

Ia menyebut, berdasarkan Perda Jateng nomor 2/2019 tentang Pemberdayaan Desa Wisata di Provinsi Jateng klasifikasi desa wisata terdiri atas, desa rintisan, desa berkembang dan desa maju.

Penetapan desa sebagai desa rintisan atau berkembang, kata dia, disesuaikan dengan hasil penilaian.

“Ada 24 indikator yang wajib dipenuhi, mulai dari infrastruktur, paket wisata, home stay, kelembagaan partisipasi masyarakat, jejaring dan masih banyak lagi. Termasuk jumlah kunjungan wisatawan juga ikut menjadi penilaian,” sambung dia.

Ia juga menyebutkan, setiap tiga tahun desa yang sudah mendapatkan surat keputusan (SK) sebagai desa wisata tersebut akan kembali dievaluasi, apakah mengalami peningkatan atau justru turun.

Baca Juga :  Tega, Pelajar Asal Kendal Dicekoki Miras Lalu Digilir 5 Pria Dari Sore Hingga Pagi. Satu Pelaku Adalah Pacar Korban Minta Jatah 3 Kali

“Keuntungan bagi desa yang sudah berstatus desa wisata, akan mendapatkan peluang akses bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi untuk pengembangan wisata,” terang dia.

Ia juga menambahkan, saat ini desa yang masih berstatus desa embrio wisata tercatat ada 50-an desa yang sebelumnya mendapatkan SK Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus.

Dalam rangka mendorong pengembangan belasan desa rintisan wisata tersebut, sebelumnya ada pendampingan untuk masing-masing desa tersebut.

“Selain mengoptimalkan potensi wisata yang ada, masyarakat setempat juga perlu didorong untuk pengembangan sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM), seperti kerajinan yang nantinya bisa dijadikan cenderamata wisatawan,” pungkas dia. Satria Utama