JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Pengungsian di Barak Glagaharjo, Partinah Berharap Merapi Tetap Aman

Seorang pengungsi bernama Partinah (masker kuning) sedang berada di Barak Glagaharjo pada Sabtu (7/11/2020) / tribunnews
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM

kisah pengungsi di barak glagaharjo partinah harapkan merapi tetap aman
Seorang pengungsi bernama Partinah (masker kuning) sedang berada di Barak Glagaharjo pada Sabtu (7/11/2020) / tribunnews

Imbauan untuk mengungsi itu diterimanya dari seorang petugas, saat dia sedang bekerja di kebun.

Partinah (65), nama perempuan itu tengah beristirahat sekitar pukul 13.00 WIB saat petugas datang dan menyerukan mengenai status Siaga Merapi.

Kenaikan status Gunung Merapi menjadi siaga itu membuat  warga di Dusun Kalitengah Lor, Sleman itu terpaksa mengungsi ke barak Glagaharjo, Sleman, sebagaimana yang dialami oleh Partinah.

Partinah mengatakan, memang belum semua warga di dusunya diungsikan. Informasi yang dia terima, dalam status itu, pengungsian diutamakan untuk para orang tua, termasuk dirinya.

Baca Juga :  SMKN 1 Girisubo Gunungkidul DIY Gelar Uji Sertifikasi Kompetensi untuk 4 Kompetensi Keahlian

“Pada waktu itu saya masih bertanam di kebun, karena memang rutinitas setiap hari sebagai petani. Sewaktu istirahat sekitar pukul 13.00 WIB, ada petugas yang datang mengabarkan status Merapi, dan kami disuruh untuk segera mengungsi,” ujarnya.

Ia menambahkan,  perlu waktu sekitar setengah jam untuk semua warga berkumpul di titik kumpul. Kemudian, truk dan mobil pick up sudah tersedia di sana.

Baca Juga :  Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Kian Meningkat, Sehari Terdengar 10 Kali Suara Guguran

Setelah terkumpul semuanya, warga pun langsung dibawa ke barak Glagaharjo.

“Ya, bawa seadanya saja. Baju dan surat-surat penting. Karena, kan kondisinya masih diperbolehkan bolak- balik ke rumah,”ujarnya.

Meskipun begitu, dirinya berharap agar Merapi bisa berubah menjadi status aman.

Sedangkan, untuk kembali ke rumah dirinya masih menunggu arahan dari pemerintah setempat.

“Sekarang, ikut kata pemerintah saja. Kalau sudah diperbolehkan pulang ya baru pulang ke rumah,” ucapnya.

www.tribunnews.com