JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Prihatin 12 Petani Kesetrum Jebakan Tikus, Kapolsek Sidoharjo Langsung Terjun Pimpin Gropyokan bersama Petani. Ratusan Tikus Ditangkap Hanya Hitungan Jam, Petani Ditawarkan 3 Solusi Aman!

Kapolsek Sidoharjo, AKP Agung Ari Purnowo saat memimpin gerakan gropyokan tikus di Desa Sribit, Sidoharjo. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kapolsek Sidoharjo, AKP Agung Ari Purnowo terjun bersama jajarannya menggelar aksi gropyokan tikus di areal persawahan Desa Sribit, Sidoharjo, Jumat (13/11/2020).

Ratusan ekor tikus berhasil ditangkap dalam kegiatan yang digelar bersama LPBI NU dan para petani itu. Insiden petani asal Gebung, Patihan yang masih kesetrum jebakan tikus pekan lalu, menjadi penggerak Kapolsek untuk berinisiatif mempelopori gropyokan.

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kapolsek AKP Agung mengatakan gropyokan digelar selama satu setengah jam mulai pukul 07.00 WIB sampai 09.30 WIB.

Gropyokan dilakukan dengan membongkar pematang dan sarang-sarang tikus di seluruh area persawahan Dukuh Tambak dan Sribit. Hanya satu jam lebih, ratusan ekot tikus berhasil ditangkap.

“Kami inisiatif menggelar gropyokan ini dengan tujuan untuk membantu para petani membasmi hama tikus dengan cara yang lebih aman. Karena gropyokan kita lakukan menggunakan alat omprong yang terbukti tepat dan efisien,” papar Kapolsek.

Baca Juga :  Berikut Daftar 30 Warga Sragen Yang Positif dan Meninggal Dunia Hari Ini. Masaran Meledak Tambah 10 Orang, Sidoharjo Sumbang 5 Orang!

Lebih lanjut dijelaskan, dengan gropyokan, diharapkan ke depan tidak ada lagi petani yang membasmi tikus dengan cara memasang aliran listrik.

Selain membahayakan pemilih lahan dan orang lain, setrum tikus selama ini juga sudah merenggut banyak korban nyawa.

Foto/Wardoyo

Dalam kurun 11 bulan terakhir, tercatat sudah 12 petani di Sragen yang tewas kesetrum jebakan tikus plus satu petani di Patihan yang kena pekan lalu namun selamat.

“Untuk gropyokan kita pakai gas elpiji 3 kg, regulator gas, pipa besi modifikasi, belerang, bambu dan karung. Caranya area sekitar sarang masuk tikus ditaburi belerang secukupnya. Selanjutnya dipanasi menggunakan alat omprong agar asap tersebut masuk ke lubang sehingga hama tikus keracunan dan keluar dari sarangnya,” urai Kapolsek.

Baca Juga :  Sudah 12 Petani Tewas, 40 Penembak Langsung Diterjunkan Operasi Malam-Malam di Persawahan Karangmalang Sragen. Hasilnya, 600 Ekor Tikus Ditembak Mati Hanya Hitungan 3 Jam

Selain gropyokan, Kapolsek juga akan membuat spanduk berisi imbauan tidak memakai setrum jebakan tikus. Kemudian dalam spanduk juga diberikan 3 tawaran solusi membasmi tikus yang lebih aman dan efektif.

Yakni dengan gropyokan, bekerjasama dengan komunitas hunter atau penembak jitu dan pemakaian burung hantu. Setiap solusi disertai dengan informasi lengkap cara serta pihak yang bisa digandeng lengkap dengan nomor telepon.

“Spanduk imbauan dan solusi kita buatkan untuk dipasang di setiap desa. Harapannya masyarakat bisa lebih paham dan memilih solusi yang aman dan efektif untuk membasmi tikus,” tandasnya. Wardoyo