JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Pusat Izinkan Buka Pendidikan Tatap Muka Januari 2021, Pemkot Yogya Tak Akan Paksakan Diri

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menanam anggrek di pepohonan yang tumbuh di kawasan Malioboro / tempo.co

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Meski pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan izin untuk membuka pendidikan tatap muka pada Januari 2021, namun Pemerintah Kota Yogyakarta berjanji tak akan memaksakan diri.

Hal itu meski pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sudah mengizinkan dan menyerahkan keputusan kepada pemerintah daerah, sekolah dan orang tua murid.

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan persiapan sekolah untuk menyongsong pembelajaran tatap muka sesuai rekomendasi pusat memang tetap akan dijalankan medio November-Desember ini.

“Namun bagi kami tetap paling penting untuk pembelajaran tatap muka itu adalah jika hanya orang tua siswa menginginkannya,” ujar Heroe yang juga Wakil Walikota Yogyakarta, Senin (23/11/2020).

Menurut Heroe, izin dan dukungan orang tua murid di masa pandemi menjadi faktor terpenting apakah sekolah nanti akan menggelar kegiatan tatap muka sesuai jadwal yang rencanakan pemerintah pusat.

Jika semua sudah siap, termasuk izin diberikan orang tua murid, awal Januari, kata Heroe, mungkin bisa dimulai pembelajaran tatap muka.

Baca Juga :  Berani Langgar Jam Operasional, Satpol PP Sleman Siap Jatuhkan Sanksi

“Tapi semuanya juga tergantung dengan perkembangan kasus yang terjadi di Kota Yogyakarta serta kesiapan sekolah dan siswa,” kata dia menambahkan.

Heroe menegaskan, rencana pembelajaran tatap muka harus dipersiapkan dengan hati-hati untuk menjamin keselamatan siswa hingga guru.

Untuk itu, Heroe menambahkan, saat ini pihaknya tetap membuat tahapan dan kebijakan sesuai arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Diantaranya mempersiapkan sekolah agar mampu menjalankan protokol kesehatan.

“Maka itu kami terus melengkapi fasilitas untuk protokol kesehatan Covid-19 di sekolah seperti alat tes suhu juga tempat cuci tangan di setiap kegiatan pembelajaran,” ujarnya.

Termasuk yang dipersiapkan adalah bagaimana kapasitas kelas dan kesiapan sekolah serta guru ketika siswa masuk di lingkungan sekolah dan kelas.

Skenario proses pembelajaran di kelas, ketika siswa meninggalkan sekolah usai proses pembelajaran selesai, dan sistem shift juga dimatangkan.

Misalnya, ujar Heroe, pihaknya kini tengah mengkaji jika pembelajaran tatap muka itu terdiri dari 3-4 shift dalam satu kelas. Jadi proses pembelajaran tatap muka melalui proses bertahap.

Baca Juga :  Tak Ada Sanksi Bagi Masyarakat DIY Yang Menolak Divaksin Covid-19, Ini Alasannya

“Bahkan sampai penentuan siapa saja siswa yang akan masuk dalam satu shift itu,” ujarnya.

Heroe mangatakan, November sampai Desember ini akan menjadi tahapan untuk persiapan dan uji coba pembelajaran tatap muka itu.

“Setiap sekolah harus ada tim gugus tugas Covid-19 nya, yang bertugas menyiapkan dan memonitor agar protokol kesehatan bisa dijalankan benar,” ujarnya.

Tak hanya sekolah, tim satgas kecamatan juga akan dilibatkan dalam proses persiapan pembelajaran tatap muka itu.

Dengan tugas utama ikut melakukan verifikasi ke sekolah-sekolah yang sudah menyiapkan manajemen protokol kesehatan. Pembukaan sekolah nanti, kata dia, harus sudah melalui verifikasi dari satgas ini.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta, Didik Wardaya, menyatakan pemberian izin pembelajaran tatap muka ke sekolah itu, tetap akan dikaji mendalam melihat kondisi perkembangan Covid-19 di daerah.

“Kami akan mengatur sistem tatap mukanya tetap secara terbatas sesuai protokol kesehatan,“ kata Didik.

www.tempo.co