JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tambah 18 Positif dan 1 Meninggal, Kasus Covid-19 Karanganyar Meroket Jadi 1.243. Jumlah Warga Meninggal Sudah Capai 194 Orang

Ilustrasi penanganan pasien di ruang isolasi corona virus. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga Minggu (22/11/2020) petang, jumlah kasus warga covid-19 di Bumi Intanpari sudah meroket mencapai 1.243 kasus atau bertambah 18 kasus positif dibanding sehari sebelumnya.

Tidak hanya itu, jumlah pasien suspek di Karanganyar juga terus menanjak mencapai 2.542 dengan tren warga meninggal juga makin bertambah.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Minggu (22/11/2020) petang, jumlah kasus positif covid-19 sudah mencapai angka 1.243 orang.

Baca Juga :  Awas, Mitos Siklus Longsor Tiap Sewindu di Desa Gerdu Karanganyar. Semua Warga Dalam Posisi Siaga, 15 Sirine Jadi Penanda!

Dari jumlah kasus itu, 303 orang masih dirawat, 861 sembuh dan 79 meninggal dunia.

Kemudian untuk kategori suspek covid-19 juga bertambah mencapai angka 2.542 pasien.

Dari jumlah itu, 2.400 orang dinyatakan selesai pantauan, 84 orang masih dirawat dan 58 orang meninggal dunia.

Sementara, hingga hari ini jumlah warga yang meninggal dunia terkait covid-19 tercatat sudah melesat mencapai 194 orang.

Rinciannya 79 warga meninggal dengan status positif covid-19, 58 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 58 warga meninggal dalam status probabel.

Baca Juga :  Pemerintah Akui Ada Peningkatan Kasus Covid-19 Pasca Libur Panjang Oktober Lalu

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seolah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo