JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Tapak Suci Gelar Kejuaraan Seni Pencak Silat Internasional Secara Virtual. Diikuti dari Berbagai Negara, Peserta Kirim Video Rekaman

Kegiatan Tapak Suci di Stadion Sriwedari Solo beberapa waktu lalu. Foto: dok JSNews
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

 

tapak suci sriwedari
Kegiatan Tapak Suci di Stadion Sriwedari Solo beberapa waktu lalu. Foto: dok JSNews

SOLO,JOGLOSEMARNEWS.COM -Kehadiran pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat, tak terkecuali bidang olahraga. Seperti yang dialami olah raga bela diri pencak silat Tapak Suci Muhammadiyah.  Karena kondisi pandemi, maka kejuaraan seni bela diri Tapak Suci tetap digelar meski dengan virtual.

Pimpinan Pusat Tapak Suci (PPTS) Persyarikatan Muhammadiyah membuat sebuah terobosan yaitu dengan menggelar perlombaan pencak silat Tapak Suci tingkat Internasional secara virtual. Pandemi tak menyurutkan untuk tetap menggelar kejuaraan seni bela diri Tapak Suci.

Jika tahun-tahun sebelumnya biasanya digelar secara langsung, kalai ini menyesuaikan dengan kondisi pandemi maka kejuaraan akan digelar secara virtual.

Menurut Steering Committe Perlombaan, Rony Syaifullah, dampak dari Covid-19 ini juga membuat masyarakat khawatir akan tertular dan terpapar virus tersebut.  Maka PPTS Muhammadiyah memilih perlombaaan secara virtual, agar perlombaan pencak silat Tapak Suci tetap berjalan dan olahraga tetap jalan.

Baca Juga :  Serikat Pekerja Pegadaian Tolak Wacana Akuisisi PT Pegadaian dan PNM oleh BRI

“Perlombaan ini digelar supaya para anggota Tapak Suci bisa tetap berlatih. Karena dengan berlatih badan akan tetap sehat serta imun meningkat. Sehingga bisa membatu menangkal virus tersebut,” sambungnya.

Untuk peserta sendiri, kata Rony, berjumlah kurang lebih 500 peserta yang berasal dari  perwakilan Pimpinan Daerah Tapak Suci se-Indonesia dan perwakilan wilayah Tapak Suci di luar negeri seperti, Sudan, Mesir , Pakistan dan  juga Ceko.

Baca Juga :  Legenda Arseto Solo Ricky Yacobi Meninggal Dunia, Ini Sekilas Perjalanan Kariernya: 5 Tahun Bela Timnas, Jadi Pesepakbola Indonesia Pertama yang Berkarier di Klub Jepang

Terkait sistemnya, Rony menjelaskan, pada perlombaan Seni Tapak Suci tingkat internasional tersebut peserta hanya mengirimkan videonya saja ke panitia melalui email. “Untuk sistemnya itu tidak semuanya live, hanya penjuriannya saja yang live tetapi pesertanya tidak. Mereka hanya mengirimkan videonya saja kemudian akan dilakukan penjurian mulai Sabtu – Senin, (28-30/11/20). Untuk penjuriannya akan dilakukan secara live di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang pada kesempatan ini menjadi tuan rumah,” terangnya.

Rony berharap dengan adanya kejuaraan ini, Tapak Suci bisa tetap eksis. “Semoga bisa terpilih juara-juara yang nantinya bisa mengharumkan nama Tapak Suci baik di tingkat nasional maupun Internasional,” harapnya. (A Syahirul)