JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tarif Murah, Bus Trans Jateng Solo-Sangiran-Sumberlawang Jadi Primadona Warga. Berpeluang Dibuka Feeder Langsung ke Sangiran dan Gunung Kemukus, Setuju?

Bus BRT Trans Jateng saat tiba di Terminal Sumberlawang. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hampir dua bulan berjalan, progress operasional bus rapid transit (BRT) Trans Jateng Solo-Sangiran-Sumberlawang dilaporkan cukup bagus.

Keterjangkauan tarif yang murah hanya Rp 2.000 dan Rp 4.000, membuat bus milik Pemprov Jateng itu kini makin diminati dan jadi idola masyarakat.

“Cukup bagus. Load factor (tingkat penumpang) hampir 50 persen. Tapi ini kan masih pandemi dan anak-anak belum masuk sekolah,” papar Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen, Bintoro Setiyadi, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (25/11/2020).

Menurutnya, selama dua bulan berjalan, ada tren peningkatan. Bahkan saat ini ada dua angkutan umum yang sudah diajukan untuk terkonversi dengan BRT Transs Jateng.

Baca Juga :  Korban Penipuan Arisan Online di Sragen Bongkar Arogansi Keluarga Mahasiswi Bandar Arisan. Mulai dari Diancam, Mobilnya Dimassa, Hingga Berkoar Tak Takut Polisi dan Satu Kompi TNI!

Yakni PO Rela dan PO Handayani berletter Grobogan Purwodadi-Solo. Adanya masukan-masukan itu, kemudian sudah ditindaklanjuti dengan berkoordinasi ke provinsi.

“Surat-surat sudah kita kembalikan ke provinsi. Hasil evaluasi, memang masih terpengaruh hari pasaran yang ada di Pasar Sumberlawang dan Pasar Gemolong maupun Kalioso. Tapi secara umum animo masyarakat menggunakan BRT ini cukup tinggi. Apalagi tarifnya juga terjangkau, Rp 2000 untuk buruh dan pelajar serta Rp 4000 untuk masyarakat umum,” jelasnya.

IMG 20201125 WA0031
Bintoro Setiyadi. Foto/Wardoyo

Dengan perkembangan itu, Bintoro mengatakan ke depan BRT memang diharapkan bisa difungsikan lebih optimal.

Salah satunya, kans untuk menambah feeder dengan melibatkan pengusaaha angkutan lokal. Dari masukan yang ada, saat ini usulan penambahan feeder terutama yang menuju ke Sangiran dan Kemukus.

Baca Juga :  Asosiasi Penghulu di Sragen Sebut Masyarakat Yang Hendak Ijab Qobul Sebenarnya Tak Perlu Mundur. Tapi Disarankan Ijabnya di Rumah Saja, Biaya Rp 600.000!

“Selama ini BRT itu belum bisa ke Sangiran karena selain Sangiran masih tutup, untuk belok dari Kalijambe ke Sangiran juga butuh waktu. Makanya harapannya nanti bisa ditambah feeder yang menuju ke obyek wisata Sangiran dan Kemukus sehingga BRT Trans Jateng khusus di jalur utama,” terangnya.

Ditambahkan, BRT Trans Jateng itu saat ini yang beroperasi ada sebanyak 14 unit. Bus itu berkapasitas 26 kursi dan sejauh ini bisa terisi 50 persennya. Wardoyo