JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Geregetan, Bupati Karanganyar Panggil Pengembang Perumahan GLA. Sebut Sudah Tak Sabar Dengar Keluhan Warga!

Ilustrasi beli rumah. Pixabay

 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Bupati Karanganyar, Juliyatmono geram terhadap pengembang perumahan Griya Lawu Asri (GLA) di Kecamatan Gondangrejo menyusul keluhan warga terhadap macetnya fasilitas standar perumahan meliputi air, listrik dan fasilitas lainnya.

Bupati berjanji akan membangun semua fasilitas standar yang sampai sekarang belum diwujudkan oleh pengembang.

“Kemarin saya ke lokasi dan saya panggil pengembang. Saya sampaikan pada pengembang bahwa intinya belum bisa mewujudkan fasilitas standar sehingga wajar lah warga komplain,” tandas Bupati Juliyatmono saat ditemui wartawan disela acara penanaman pohon di Waduk Gondang, Sabtu (05/12/2020).

Bahkan kepada pengembang tersebut Bupati mendesak agar secepatnya proyek itu diserahkan kepadanya guna segera dibangunkan fasilitas yang belum terwujud.

Baca Juga :  Bupati Karanganyar Juliyatmono: Jika Boleh Memilih, Saya Pilih Tak Lanjutkan PPKM. Tidak Efektif dan Kasihan Rakyat!

Diharapkan pada akhir 2020 pengembang segera menyerahkan kepada Bupati. Sebab kasihan warga yang menempati perumahan hingga sekarang belum bisa menikmati air dan lampu sepenuhnya.

Hal ini dipicu lemahnya pengembang dalam membangun sarana dan prasarana perumahan.

Bupati menjelaskan dihadapanya pengembang selalu berlindung di balik alasan teknis terhadap fasilitas air dan lampu. Pengembang mengaku setiap kali mengebor untuk sumur tidak berhasil sehingga ditunda lagi.

“Pengakuannya pengembang setiap kali mengebor tanah untuk sumur bukannya air yang keluar tetapi angin. Untuk itu kami sudah tidak sabar untuk segera membangunnya, maka kami minta agar secepatnya proyek itu diserahkan pada kami,” lanjutnya.

Baca Juga :  Gawat, 25 Pegawai Kejaksaan Karanganyar Positif Terpapar Covid-19. Kantor Langsung Ditutup Total Sampai 24 Januari, 63 Pegawai Harap-Harap Cemas, Kajari Sebut Beruntung Cepat Diketahui!

Menurut Bupati sebenarnya untuk mengatasi kendala teknis itu lebih pada niat kemauan. Artinya jika memang profesional melayani maka pasti ada solusi.

Sebab lahannya cukup luas, sehingga jika gagal ngebor disatu titik kan bisa dipindahkan ketitik lainnya.

Begitu pula dengan fasilitas listrik yang belum sepenuhnya terwujud. Menurut Bupati hal itu janggal karena PLN selalu menawarkan program pasang baru dengan waktu relatif cepat.

Namun yang terjadi di Perumahan GLA sangat lambat dan tidak pernah ada kejelasan kapan waktunya.

Perlu diketahui warga penghuni perumahan GLA resah karena fasilitas standar berupa air dan listrik belum sepenuhnya tersedia. Warga pun bingung dan mengadu pada bupati. Beni Indra