JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Kisah Haru 2 Nelayan 9 Hari Dilaporkan Hilang di Laut, Keluarga Kaget Saat Keduanya Tiba-tiba Pulang ke Rumah dengan Selamat

   

PANGKALAN BUN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dua warga, Nanang Iskandar (41) dan Isro Mi’roj asal Kelurahan Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang dilaporkan hilang saat melaut telah ditemukan dan dalam keadaan selamat.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Pol Air Polres Kobar IPTU Kusean Afandi bahwa anak dan bapak yang dilaporkan istrinya hilang saat melaut di perairan Tanjung Puting, telah tiba dirumah sekitar Pukul 10.00 WIB.

“Dua orang ini sebenarnya tidak hilang, mereka berteduh karena gelombang tinggi dan kapal yang digunakan ukuran 1 GT atau kapal kelotok bermesin dongfeng. Namun karena keluarganya panik mereka tidak kembali pulang seperti biasannya, maka dibuatlah laporan,” kata Kusean, Senin, 21 Desember 2020.

Baca Juga :  Kabur Usai Tusuk Saudara Hingga Tewas, Pria Mabuk Asal Cimahi Ini Dibekuk Polisi Saat Sembunyi di Bedeng Pos Ronda

Lanjutnya, Kusean menyampaikan bahwasanya dua nelayan ini kembali setelah dijemput oleh pihak keluarganya menggunakan kapal Speed Boat dengan menyisir pinggiran pantai.

Kusean menjelaskan, adapun kronologisnya berdasarkan laporan yang diterima pada Minggu, 20 Desember 2020, bahwa sejak Sabtu 12 Desember 2020 namu hingga Minggu, 20 Desember 2020 belum kembali. Padahal bisanya menurut pihak keluarga, mereka akan kembali pada Kamis, 17 Desember 2020. “Jadi nelayan ini sudah 9 hari tidak pulang, biasannya 5 atau 6 hari sudah kembali. Sehingga pihak keluarga panik,” ujarnya.

Baca Juga :  Dua Hari Menghilang, Ternyata Pria Warga Wonosobo Ini Meninggal di Toilet Rumah Makan

Menanggapi laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Basarnas, untuk melakukan pencarian. Beruntung, kedua nelayan tersebut sudah kembali dan dalam keadaan selamat.

Kusean menambahkan, keterlambatan nelayan kembali dari melaut dari hari yang diperkirakan sering terjadi, lantaran kondisi cuaca yang tidak menentu. “Biasanya nelayan ini mempertimbangkan ongkos mereka melaut, kalau kembali belum dapat tangkapan ikan mereka merugi,” ujarnya.

www.teras.id

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com