JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Watu Gendong, Destinasi Wisata Gunungkidul yang Masih Tersembunyi

Watu Gendong saat acara pengibaran Seribu Bendera Merah-Putih pada 28 Oktober silam / tribunnews

GUNUNGKIDUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di balik bukit-bukit kapur yang terhampar, ternyata Kabupaten Gunungkidul menyimpan satu lagi potensi wisata yang cukup menarik, yakni Watu Gendong.

Objek wisata yang terletak di Pedukuhan Tungkluk, Kalurahan Beji, Kapanewon Ngawen itu bisa menjadi alternatif wisata yang cukup menarik dikunjungi.

Kepala Desa Wisata Beji, Rahmat Purwohartono mengungkapkan, sebenarnya situs itu sudah diangkat sebagai destinasi wisata sejak lama. Hanya saja, kondisinya vakum selama beberapa waktu.

“Awal pengembangannya di 2010, kemudian vakum. Baru akhir-akhir ini kelompok karang taruna tergerak mengembangkan lagi Watu Gendong,” ungkap Rahmat pada Tribun Jogja.

Sesuai namanya, Watu Gendong adalah bebatuan gunung yang menyebar di sebuah lapangan. Setidaknya ada empat sampai lima batu berukuran raksasa di tempat itu. Namun tak ada seorang pun tahu asal-usulnya.

Kendati begitu, mitos berkembang di masyarakat bahwa batu besar tersebut berasal dari Gunung Merapi.

Baca Juga :  Perspektif Gelar Pesta Gambar Anak-anak Tentang Pandemi Covid-19

Konon, bebatuan tersebut dibawa dengan cara digendong atau dipikul.

“Makanya dinamakan Watu Gendong oleh warga sini,” jelas Rahmat.

Warga sekitar pun disebut masih menjadikan Watu Gendong sebagai simbol sakral. Hal itu tidak lepas dari mitos yang saling berkaitan, mulai dari nama Pedukuhan Tungkluk hingga fungsi batunya menurut warga.

Sebagai langkah awal, paket wisata kini tengah dikembangkan oleh Pokdarwis.

Pasalnya, selain Watu Gendong ada berbagai keunikan tradisi budaya, kerajinan hingga kuliner yang dimiliki di kawasan tersebut.

Rahmat mengatakan, warga Beji memiliki keahlian dalam membuat wayang kulit serta berbagai penganan lokal. Keunikan itulah yang akan ditawarkan pada wisatawan nantinya.

“Jadi pengunjung akan kami ajak berkeliling Beji sekaligus melihat langsung proses pembuatan kerajinan warga,” ujarnya.

Baca Juga :  Sstt.... Ada Bule Jualan Bakso di Jalan Moses Gatotkaca, Jogja Lho! Harganya Murah Meriah

Upaya mandiri pemuda Beji pun menarik perhatian pemerintah Kalurahan hingga Kapanewon. Bahkan Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul pun ikut memberikan dukungan.

Kasi Obyek dan Daerah Wisata Dispar Gunungkidul, Aris Sugiyantoro mengungkapkan Kalurahan Beji masuk dalam 12 Desa Wisata yang ditetapkan Bupati beberapa waktu lalu.

“Kalurahan Beji saat ini statusnya sebagai Desa Budaya dan Desa Wisata,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Aris pun membenarkan bahwa Beji dengan Watu Gendong-nya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi.

Apalagi didukung dengan bentang alam hingga tradisi masyarakat yang unik.
Melihat potensi tersebut, Dispar Gunungkidul memutuskan memberi dukungan besar. Apresiasi juga diberikan pada taruna setempat yang mampu mengembangkan secara mandiri.

“Harapannya ada agenda tahunan yang bisa digelar di Watu Gendong, seperti yang sudah ada di Geosite Ngingrong atau Nglanggeran,” kata Aris.

www.tribunnews.com