JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Dua Kardinal Vatikan Dikabarkan Terpapar Covid-19

Para kardinal yang mengenakan masker saat menghadiri upacara konsistori di Basilika Santo Petrus di Vatikan, 28 November 2020. Saat pandemi virus corona membuat seremoni tersebut hanya diikuti segelintir undangan / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dua orang kardinal Vatikan, yakni Kardinal Konras Krajewski serta Kardinal Giuseppe Bertello dikabarkan terpapar Covid-19.

Jika hal itu terkonfirmasi, maka akan menjadi kasus ketiga kardinal Vatikan dinyatakan tertular Covid-19. Kasus sebelumnya dialami oleh kardinal Luis Antonio Tagle asal Filipina.

Kardinal Konrad Krajewski selama ini dikenal sebagai orang yang menangani program-program amal Paus Fransiskus.

Di Vatikan, ia memegang gelar Almoner. Menurut pemberitan Reuters, ia sedang menjalani perawatan di rumah sakit karena gejala Pneumonia yang dideritanya.

Sebagai orang yang menangani program-program amal Paus Fransiskus, Krajewski adalah figur lapangan.

Ia lebih banyak menghabiskan waktu di luar kota Vatikan untuk menolong orang-orang berkebutuhan di Roma.

Beberapa hal yang ia garap atas nama Vatikan mulai dari pembangunan klinik, tempat pemandian, hingga hunian (shelter) untuk tunawisma.

Baca Juga :  Ini Prediksi Dampak Pelantikan Joe Biden Bagi Indonesia

Sementara itu, untuk kardinal Giuseppe Bertello, ia adalah Gubernur Vatikan. Laporan Reuters menyatakan ia sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Dari mana keduanya tertular dan kapan, hingga saat ini belum terungkap. Selain itu, juga belum diketahui apakah keduanya mengikuti acara pada Senin kemarin di mana pengurus pusat Vatikan, Curia, menemui Paus Fransiskus menjelang perayaan Natal.

Vatikan sendiri dalam posisi terdampak oleh Covid-19 saat ini, terutama secara ekonomi. Devisa yang biasa masuk lewat kunjungan turis anjlok akibat berlakunya pembatasan sosial.

Dulu, ketika situasi masih normal, Vatikan bisa sampai menerima tujuh juta pendatang dalam setahun yang kemudian menggerakkan roda perekonomian di sana.

Baca Juga :  Setelah Belasan Tahun Lewat, Kejaksaan Amerika Tetapkan Hambali Sebagai Tersangka Bom Bali

Sekarang, untuk bertahan, Vatikan terpaksa merogoh cadangan simpanannya. Selain itu, mereka juga melakukan penghematan terhadap anggaran operasionalnya karena minimnya arus uang masuk.

Sebagai contoh, museum yang biasa memberikan pendapatan US$100 juta per tahun sekarang harus tutup untuk mencegah penyebaran virus.

Walau secara ekonomi terpukul, Vatikan berupaya melakukan penghematan di sejumlah sektor untuk bertahan.

Selain itu, untuk menekan pandemi, mereka menargetkan vaksinasi warga dan pengurus pusat Vatikan paling cepat awal Januari 2021.

Virus Covid-19 diyakini masuk ke Vatikan via Italia, negara tetangganya. Italia, per berita ini ditulis, tercatat memiliki 1,9 juta kasus dan 69 ribu kematian akibat Covid-19.

www.tempo.co