JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Komplotan Pencuri Bobol SMPN 2 Jenar Sragen. Obok-obok Ruang Lab Komputer dan Kantor Kepala Sekolah, Gasak 12 Komputer, 4 LCD, Laptop Baru Hingga Alat Musik Senilai Rp 109 Juta

Tim Polsek Jenar saat melakukan olah TKP di lokasi laboratorium komputer SMPN 2 Jenar yang barusaja dibobol komplotan pencuri, Sabtu (12/12/2020). Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Komplotan pencuri beraksi menyatroni SMPN 2 Jenar, Sragen, Sabtu (12/12/2020) dinihari.

Pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari dua orang itu menguras belasan unit komputer yang ada di ruangan laboratorium, LCD, alat musik keyboard dan laptop baru di ruangan kepala sekolah.

Komplotan itu beraksi dengan terlebih dahulu mennjebol jendela. Kemudian masuk ke ruangan laboratorium lalu menjebol pintu yang tersambung ke ruangan kepala sekolah.

Data yang dihimpun, aksi pencurian diketahui kali pertama oleh penjaga sekolah, Eko Susilo sekitar pukul 04.30 WIB.

Pagi itu, ia kaget saat hendak membersihkan ruangan lab komputer dan ruang kepala sekolah, mendapati pintu sudah jebol bekas dirusak.

“Saat pintu dibuka, tahu-tahu semua komputer di lab sudah nggak ada di atas meja. Lalu dia langsung telpon saya dan pagi itu langsung kami laporkan ke Polsek. Pagi itu juga tim dari Polsek datang melakukan olah TKP dan menyelidiki,” papar Kepala SMPN 2 Jenar, Widhi kepada Joglosemarnews.com, Minggu (13/12/2020).

Widhi menguraikan total ada 12 unit komputer berikut PC yang digasak dari ruangan laboratorium komputer. Kemudian satu unit laptop baru yang ada di lemari kepala sekolah, empat LCD, dan satu keyboard organ.

Total kerugian dilaporkan sebanyak Rp 109 juta. Widhi menguraikan sesaat usai melapor ke Polsek, pihaknya juga langsung melaporkan kejadian itu ke dinas pendidikan baik lisan maupun tertulis.

Komplotan pelaku diduga beraksi memanfaatkan jeda penjagaan dari penjaga sekolah. Widhi menyampaikan sebenarnya malam itu, petugas penjaga sekolah juga bertugas di sekolah.

Namun sekitar pukul 01.00 WIB, sang penjaga pulang ke rumah dulu dan baru kembali ke sekolah pukul 04.30 WIB untuk membersihkan ruangan.

“Sebenarnya ada penjaganya, jam 01.00 WIB juga masih di sekolah. Tapi kemudian pulang dulu dan kembali bakda subuh. Tahunya dia kaget waktu lihat pintu sudah dijebol dan semua komputer sudah nggak ada,” terang Widhi.

Widhi menyebut kondisi sekolahnya berada relatif dekat dengan jalan raya karena hanya 100 meter ke jalan raya Tangen-Jenar.

Kebetulan saat ini sekolah memang belum memiliki perangkat CCTV. Namun dari hasil olah TKP polisi, ditemukan jejak bekas telapak kaki lebih dari satu orang.

“Kalau lihat jejaknya, mungkin yang masuk ada 2 orang. Yang lain mungkin ada yang di depan mengawasi. Belakang sekolah kami kebun jati,” terangnya.

Terpisah, Kapolsek Jenar Iptu Suparjono mewakili Kapolres AKBP Yuswanto Ardi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya sesaat usai menerima laporan, pihaknya langsung terjun untuk melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

“Ini masih kami dalami. Kalau melihat hasil olah TKP, kemungkinan pelakunya lebih dari satu. Ini sedang dalam penyelidikan,” tandasnya. Wardoyo