JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Liburan Nasional Pilkada Tak Berefek Pada Kunjungan Wisatawan ke Kawasan Malioboro


YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penetapan hari libur nasional pada Rabu (9/12/2020) bertepatan dengan perhelatan Pilkada serentak, ternyata tidak berdampak signifikan pada peningkangan jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan Malioboro, Yogyakarta.

Menurut pantauan Tribunjogja.com Rabu (9/12/2020) siang, Jalan Malioboro yang merupakan kawasan wisata belanja ini cukup lengang serta tidak banyak dijumpai kendaraan berplat asal luar DI Yogyakarta.

Arus lalu lintas di kawasan tersebut juga terbilang sangat lancar.

Seorang pedagang kaki lima di kawasan Malioboro, Abdul Karim mengatakan, pada libur yang bertepatan dengan Pilkada serentak ini memang cenderung lebih sepi apabila dibandingkan libur nasional lainnya.

“Ya ini memang relatif lebih sepi sih, enggak seperti hari Minggu atau hari libur nasional lainnya,” ujar Abdul Karim sembari menata barang dagangannya.

Terpisah, Salsabila pengunjung asal Kota Yogya mengatakan, hari libur nasional ini memang sengaja ia manfaatkan untuk berlibur di kawasan Malioboro.

Baca Juga :  Bahaya Erupsi Merapi Mengarah ke Selatan-Barat Daya, 19 Kali Guguran dan Sekali Gempa Bybrid

Menyadari belum berakhir, ia pun selalu menerapkan 3M sesuai imbauan pemerintah.

“Memang ada risiko penularan. Tapi saya yakin jika pengunjung disiplin menjaga diri dengan menerapkan protokol pencegahan COVID-19 termasuk menjaga jarak, potensi penularannya bisa dihindari. Kebetulan situasi Malioboro hari ini cukup lengang, tidak seramai musim liburan, sehingga lebih nyaman,” ujar Salsabila.

Terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Ekwanto mengatakan, belum mengetahui pasti angka kunjungan wisatawan ke Malioboro pada libur nasional bertepatan pelaksanaan Pilkada serentak ini.

“Beberapa daerah menjalankan Pilkada, jadi mungkin (masyarakat) menunggu setelah coblosan dulu baru bisa bepergian. Namun, perkembangan COVID-19 ini kan merebak lagi, jadi mungkin masyarakat lebih berhati-hati,” ujar Ekwanto.

“Tapi di hari libur nasional ini, peningkatan (kunjungan ke Malioboro) pasti ada. Walaupun belum signifikan karena jumlah kenaikan diprediksi terjadi pada akhir tahun,” lanjutnya.

Baca Juga :  Khawatir Ekonomi Terpuruk, PKL Malioboro Minta PSTKM Tak Diperpanjang

“Tapi sejauh ini kami belum tahu arah kebijakan dari pimpinan level atas, baik Forkopimnda, Pemkot, Polresta, Dandim, akan berembug dulu. Apakah liburan di akhir tahun ini akan sama sepeerti tahun-tahun sebelumnya atau tidak. Karena di masa pandemi ini, sangat luar biasa menakutkan apabila tetap sama seperti tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ekwanto mengatakan, peran serta pedagang kaki lima (PKL) dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan juga cukup besar andilnya.

Untuk itu, UPT Malioboro selalu mengimbau kepada PKL untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Dimulai dari PKL, sehingga pengunjung melihat bahwa protokol kesehatan ini bisa diterapkan dengan baik di kawasan Malioboro. Pengunjung tentunya juga akan risih bila tidak menyesuaikan diri di Malioboro,” pungkasnya.

www.tribunnews.com