JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Nasib Tragis Warga Perumahan JSP Karanganyar Kian Terkatung-katung, Listrik Tak Nyala, Fasum Fasos Tak Kunjung Ada.  Bupati Desak Manajemen Menyerahkan!

Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Foto/Wardoyo

 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Karut marut persoalan yang dihadapi oleh warga Perumahan Jeruk Sawit Permai (JSP) di Desa Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo, sampai saat ini belum juga terselesaikan.

Salah satu persoalan yang belum terselesaikan tersebut diantaranya fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Hingga kini fasum dan fasos belum dapat dikelola dengan baik karena belum diserahkan kepada Pemkab Karanganyar.

Agar fasum dan fasos tersebut dapat dikelola dengan baik, bupati Karanganyar, Juliyatmono mendesak agar manajemen Perumnas segera menyerahkan aset tersebut ke pemerintah kabupaten (Pemkab).

Kepada wartawan, bupati mengatakan Pemkab sebenarnya telah lama ingin  membantu warga masyarkaat yang ada di perumahan tersebut.

Baca Juga :  Pastikan Warganya Aman, Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto Terjun ke TKP Pantau Proses Evakuasi Korban Keracunan Takjil

Namun, niatan itu terkendala karena aset di perumahan tersebut belum diserahkan pemerintah secara resmi. Oleh karena itu, pemerintah tidak bisa berbuat banyak.

“Dengan diserahkannya fasum dan fasos tersebut, jika memenuhi persyaratan maka pemerintah segera dapat mengembangkan program kemasyarakatan untuk kebutuhan warga yang tinggal di perumahan,” terang bupati Jumat (04/12/2020).

Yuli menyampaikan selama ini warga  warga kurang mendapatkan perhatian dari pihak pengembang.

Sementara, perwakilan warga perumahan JSP akan melakukan audiensi dengan pihak Perumnas.

Salah satu warga Warsito, saat dihubungi wartawan mengungkapkan, sejauh ini warga tidak bisa berbuat banyak terkait dengan fasilitas yang sebelumnya dijanjikan oleh pihak perumnas.

Baca Juga :  Jelang Iedul Fitri,  Kerja Sama dengan Bapera, Panitia Imlek Nasional Sumbang Beras dan Masker Senilai Rp 350 Juta di Karanganyar

Baik untuk ketersediaan saluran air bersih maupun penerangan jalan.

“Bapak bupati sudah datang ke lokasi.   Beliau meninjau sumur dan sejumlah lampu yang dipasang oleh perumnas. PJU tidak pernah menyala karena pakai token pulsa dan yang ngisi pulsa siapa juga tidak jelas. Karena PJU itu kan kewajiban dari pengembang,” terang Warsito.

Ia menuturkan berdasarkan hasil kesepakatan warga, batas akhir untuk pembuatan sumur yang dijanjikan oleh pihak perumnas pada bulan Agustus lalu. Namun janji itu mundur lagi sampai dengan 31 Desember 2020.

“ Kami akan tetap menunggu hingga akhir bulan Desember ini,” pungkasnya. Wardoyo