JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Bakal Disuntikkan ke Presiden Jokowi, Apa Saja Kandungan Vaksin Covid-19 Sinovac? Ini Paparan Bio Farma dan MUI

Ilustrasi vaksinasi. Foto: Pexels.com

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Indonesia akan memulai tahapan vaksinasi Covid-19 pada Rabu (13/1/2021) dengan penerima pertama yakni Presiden Joko Widodo. Sementara vaksinasi gratis bagi masyarakat akan dilakukan sehari kemudian, yakni Kamis (14/1/2021) dengan sasaran utama tahap pertama adalah para tenaga kesehatan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 buatan Sinovac China yang diberi nama CoronaVac.

Sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah resmi mengeluarkan fatwa halal untuk penggunaan vaksin tersebut selama terjaga keamanannya.

Namun apa saja sebenarnya kandungan yang ada di dalam vaksin yang disebut bakal menjadi senjata ampuh dalam melawan pandemi virus corona itu?

Tak Mengandung Babi

PT Bio Farma sebelumnya telah menegaskan bahwa vaksin Covid-19 yang akan digunakan dalam program vaksinasi di Indonesia adalah aman dan bebas dari kandungan bahan berbahaya.

Baca Juga :  62.560 Vaksin Covid-19 Tiba di Semarang, Tapi Besok Hanya 3 Kabupaten/Kota yang Akan Gelar Vaksinasi

Pun demikian dengan MUI yang telah turun mengamati proses produksi vaksin Sinovac tersebut di negara asalnya dan memastikan tidak ada kandungan bahan haram seperti babi, di dalamnya.

Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI, Muti Arintawati menegaskan, bahwa pihaknya tidak akan memberikan sertifikasi halal untuk vaksin yang mengandung babi, meskipun dalam proses pembuatan vaksin tersebut sudah dinetralisasi atau dibersihkan.

“Yang tidak diperbolehkan jika ada penggunaan babi. Apapun prosesnya kalau mengandung babi, tidak bisa jadi produk yang disertifikasi. Ada kasus vaksin sebelumnya yang tidak bisa disertifikasi itu karena tripsinnya dari babi, dan Alhamdulillah vaksin Sinovac bukan dari babi,” kata Muti.

Meski dalam prosesnya turut digunakan sel vero, yang berasal dari kera Afrika, namun itu hanya digunakan sebagai media kultur untuk pengembangan dan memperbanyak virus corona sebagai bahan baku vaksin.

Baca Juga :  Ini Daftar 10 Pejabat dan Tokoh di Karanganyar yang Pertama Kali Bakal Merasakan Suntikan Vaksin Covid-19. Ketua DPRD Imbau Masyarakat Tak Gubris Hoax Vaksin!

“Setelah mendapatkan virus yang cukup, maka akan dipisahkan dari media pertumbuhan. Sel vero ini tidak akan ikut atau terbawa sampai dengan proses pembuatan,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Bio Farma, Bambang Heriyanto.

Kandungan dalam Vaksin

Untuk kandungan lainnya yang ada dalam vaksin Covid-19 Sinovac, Bambang menyebut zat alumunium hidroksida. Zat ini berfungsi sebagai adjuvan untuk meningkatkan kemampuan vaksin.

“Kandungan berikutnya adalah larutan fosfat atau sebagai penstabil, atau biasa kita sebut dengan stabilizer,” lanjut Bambang.

Kandungan terakhir adalah larutan garam natrium klorida sebagai isotonis untuk memberikan kenyamanan penyuntikkan. Namun, garam yang digunakan telah memenuhi standar penggunaan farmasi.

“Vaksin COVID-19 dari Sinovac ini diproduksi tidak menggunakan pengawet. Sekali lagi tidak menggunakan pengawet dan tidak mengandung bahan-bahan lain seperti boraks, formalin, ataupun merkuri,” tegas Bambang. Liputan 6