JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Dampak Vaksin Covid-19, Menkes Malah Ngantuk

Budi Gunadi Sadikin / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dampak Vaksin Covid-19 ternyata macam-macam bagi masing-masing orang. Termasuk pada diri Menkes, Budi Gunadi Sadikin, yang mengaku mengantuk usai mendapat suntikan vaksin.

Saat itu, Budi Gunadi tengah mengikuti rapat bersama Komisi IX DPR, Rabu (13/1/2021). Ia menyebut hal tersebut ia rasakan setelah disuntik vaksin Covid-19.

“Tadi saya sudah divaksin enggak merasa demam tapi malah merasa mengantuk,” ujar Menkes Budi di tengah rapat.

Ia lantas membandingkan dampak vaksinasi kepadanya dan kepada Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito yang tidak terlihat mengantuk.

Baca Juga :  Pemerintah Telah Kucurkan Rp 29,4 T  kepada 12,4 Juta Pekerja Sampai Akhir 2020 untuk Subsidi Gaji

Dia pun berkelakar bahwa ada perbedaan dampak vaksinasi untuk laki-laki dan perempuan.

“Ini Bu Penny malah semakin cerah. Mungkin beda dampaknya antara laki-laki dan perempuan,” ujar Budi.

Budi Gunadi dan Penny Lukito menjadi salah satu peserta yang menerima vaksin perdana Covid-19 pada hari ini.

Vaksinasi perdana Covid-19 itu dimulai dengan Presiden Joko Widodo sebagai penerima pertama vaksin tersebut.

Budi mengatakan vaksinasi tersebut penting untuk melindungi masyarakat dari pandemi Covid-19.

“Pesan saya bahwa vaksin ini adalah alat yang bisa dipakai untuk melindungi diri kita, tetapi yang lebih penting vaksin ini digunakan untuk melindungi keluarga, tetangga, rakyat Indonesia dan melindungi peradaban umat manusia di seluruh dunia,” ujar Menkes.

Baca Juga :  Covid-19 Rambah KPU, 40 Komisioner dan Lebih dari 100 Staf Terkonfirmasi Positif

Lebih lanjut, Budi menyatakan bahwa vaksin Covid-19 diberikan untuk mencapai herd immunity. Oleh karena itu, 70 persen umat manusia di dunia harus divaksinasi agar tujuan itu tercapai.

“Vaksinasi dari teman-teman di seluruh rakyat Indonesia akan sangat menentukan keberhasilan. Semoga seluruh teman-teman saya bisa memulai vaksinasi untuk membangun Indonesia dan dunia yang lebih sehat dan bebas dari pandemi Covid-19,” paparnya.

www.tempo.co