JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Sudah Kehilangan Suami Karena Tertabrak Kereta Saat Bertugas, Wanita Ini Juga Terancam Diusir dari Aspol Beskalan Solo

Perwakilan penghuhi Aspol Beskalan, Banjarsari, Solo saat mendatangi Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, Rabu (13/1/2021). Foto: JSNews/Prabowo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Nasib miris dialami Nurul Chairiyani, perempuan penghuni Asrama Polisi (Aspol) Beskalan, Banjarsari, Kota Solo terancam digusur.

Sebagai pengingat, Nurul merupakan istri almarhum Bripka Slamet Mulyono meninggal karena disambar Kereta Api Brantas saat bertugas patroli bersama dua rekannya, 13 Desember 2020 silam.

Belum reda kesedihan kehilangan sang suami, kini dia dipaksa hengkang dari tempat tinggalnya di Aspol Beskalan, RT 03 RW 03 Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari.

Nurul tak sendiri, total sebanyak 30 kepala keluarga (KK) yang menghuni Aspol Beskalan harus segera angkat kaki. Atas hal itulah, sejumlah perwakilan warga penghuni Aspol yang berada di RT 03 RW 03 Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari.

Baca Juga :  Kantor Imigrasi Solo gandeng SOLOPEDULI Salurkan Donasi untuk Korban Bencana

Nurul menceritakan dirinya dan warga lain kedatangan sejumlah personel dari Kakorlog Polda Jawa Tengah dan Bag Sumda Polresta Surakarta.

Intinya, Nurul dan puluhan warga lain harus meninggalkan kediamannya yang sudah lebih dari 10 tahun tinggal dikawasan tersebut.

“Tanpa sosialisasi, tanpa ada rembugan sebelumnya, secara mendadak kita diminta mengosongkan lahan. Waktu yang diberikan juga singkat, cuma 7 hari,” kata Nurul.

Ditambahkan Nurul, mayoritas memang penghuni di Aspol tersebut merupakan janda serta pensiunan Polri.

“Kemarin sempat diakusi, namun tidak mendapat jalan tengah. Padahal beliau-beliau ini berperan dalam menjaga NKRI. Seperti suami saya, yang meninggal dalam tugas,” katanya.

Baca Juga :  Milad ke-2, Dirut RSGM Soelastri UMS Ingin Semakin Berkontribusi Untuk Indonesia

Atas dasar tersebut, Nurul bersama perwakilan warga mendatangi Bale Kota Surakarta. Kedatangan mereka sendiri ingin menghadap Wali Kota Surakarta, F.X Hadi Rudyatmo dan pengayoman kepada Wali Kota.

“Kami benar-benar bingung dengan masalah ini, dan meminta solusi terbaik. Semoga setelah bertemu pak wali bisa dapat jalan tengah,” turur janda 3 anak ini.

Sementara itu, Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menuturkan masih enggan mengomentari hal tersebut. “Untuk masalah itu saya masih belum bisa memberi tanggapan,” ujar Kapolresta. Prabowo