JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Dugaan Korupsi PD BKK Eromoko Wonogiri 470 Juta, Tersangka dan BB Diserahkan ke JPU Menyusul Segera Pelimpahan ke PN Tipikor Semarang

Tersangka WD (rompi oranye) keluar dari kantor Kejari Wonogiri. JSNews. Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Masih ingat kasus dugaan korupsi di tubuh PD BKK Eromoko Wonogiri atau PT BKK Jateng? Saat ini tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri melakukan penyerahan berkas perkara tahap dua yakni tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Wonogiri.

Penyerahan dilakukan Selasa (12/1/2021). Dipastikan, berkas perkara itu akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

Untuk diketahui, tersangka adalah WD (49) warga Kecamatan Wonogiri. Dia diduga telah melakukan penyalahgunaan dana kas PD BKK Eromoko sebanyak Rp 470 juta.

Kepala Kejari Wonogiri melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Ismu Armanda Suryono kepada wartawan di Wonogiri, mengungkapkan, penyerahan tersangka dan barang bukti dilakukan tim penyidik kepada JPU Kejari Wonogiri. Dalam penyerahan tahap dua tersebut, WD didampingi penasehat hukumnya.

Baca Juga :  Gegara Banyu Gendeng Warga Ponorogo Diancam Clurit Besar Selanjutnya Dikeroyok 3 Orang Hingga Terluka, Pelaku Sudah Minta Maaf Namun Proses Hukum Jalan Terus

“Selanjutnya JPU melakukan penahanan selama 20 hari ke depan atau sampai dengan tanggal 31 Januari 2021,” ujar dia.

Pasal yang dikenakan pada tersangka adalah Pasal 2 ayat (1), pasal 3, atau pasal 8 Jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 yg telah diperbaharui dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Saat ini kami tengah menyempurnakan berkas dakwaan. Kemudian akan dilakukan pula ekspose gelar perkara. Lalu setelah itu, akan kita limpahkan ke PN Tipikor Semarang,” tutur dia.

Kasus tersebut dapat terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat terkait dengan dugaan penyalahgunaan keuangan pada 2010-2011 di PD BKK Eromoko (PT BKK Jawa Tengah). Tersangka WD sendiri telah dipecat perusahaan itu pada 2018 silam setelah bekerja sekitar 10 tahun. Kemudian pada Oktober 2020 lalu, dia ditetapkan tersangka.

Baca Juga :  Polres Wonogiri Raih WBK Anggotanya Langsung Pakai Pin, Kapolres Perintahkan Langkah Berikut untuk Menuju WBBM

Modus yang dilakukan tersangka adalah, sewaktu WD menjabat sebagai Kasubid Kas sering mengulur waktu dalam cash opname atau pemeriksaan fisik uang kas tunai antara saldo di catatan dengan uang kas yang disimpan. Dari laporan yang dibuat oleh WD, tidak terlihat adanya kesalahan jumlah uang. Namun, saat cash opname, terbongkar bahwa uang kas yang seharusnya berjumlah Rp 494.518.600 hanya tersisa Rp 24.518.600. Aria