JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Gunung Merapi Siaga Erupsi, Ini Kondisinya

Erupsi Gunung Merapi Kamis (2/4/2020) sore.Twitter @BPPTKG.

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gunung Merapi siaga erupsi Merapi. Pasalnya, kubah lava di gunung teraktif di dunia itu sudah mencapai 4.600 meter kubik.

Volume kubah lava baru Gunung Merapi mulai bisa diukur oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta. Sebelumnya BPPTKG mendeteksi adanya dua kubah lava bagian tengah dan barat daya awal Januari 2021.

Dikira masih satu kesatuan proses, saat ini kubah lava bagian barat daya sudah mulai berkembang dan terukur volumenya.

“Per 13 Januari 2021, volume kubah lava Merapi di sisi barat daya sebesar 4.600 meter kubik,” ujar Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida, Rabu (13/1/2021).

Baca Juga :  Sstt.... Ada Bule Jualan Bakso di Jalan Moses Gatotkaca, Jogja Lho! Harganya Murah Meriah

Selain itu, hasil pemantauan pada hari ini guguran awan panas Gunung Merapi juga kembali terjadi sekitar pukul 10.40 WIB.

“Awan panas guguran terjadi 1 kali hari ini ke arah hulu Kali Krasak dengan intensitas kecil dan jarak luncur tak teramati, status Merapi saat ini Siaga,” ujar Hanik.

Dengan kondisi Merapi terkini itu, Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan masih mengejar kesiapan sejumlah jalur evakuasi guna mengantisipasi dampak erupsi Gunung Merapi. Potensinya, erupsi mengarah ke arah barat-barat daya.

Hasil pantauan Pemerintah Kabupaten Sleman masih ada sejumlah jalur evakuasi yang perlu segera dibenahi.

Antara lain jalur evakuasi di Desa Wonokerto Kecamatan Turi kurang lebih sekitar satu kilometer dan jalur evakuasi di Desa Purwobinangun Kecamatan Pakem Sleman sekitar 150 meter.

Baca Juga :  Seperti Ini Nyamannya KRL Yogya-Solo

“Pembenahan infrastruktur khususnya jalur evakuasi jadi prioritas agar ketika nanti status Merapi ada peningkatan, proses evakuasi warga berjalan lancar baik secara mandiri maupun oleh pemerintah,” ujar Bupati Sleman Sri Purnomo, Rabu.

Pembenahan jalur-jalur itu tak menghalangi upaya evakuasi sedini mungkin dari kelompok masyarakat paling rawan terdampak bencana dari wilayah terdekat puncak Gunung Merapi.

“Warga rentan terdampak erupsi yang sebelumnya tinggal dengan jarak kurang dari 5 kilometer dari Merapi sudah diungsikan di barak pengungsian Glagaharjo,” ujar Sri Purnomo.

www.tempo.co