JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Imbau Masyarakat Tak Percaya Hoaks Vaksin Covid-19, Ganjar: MUI Jateng Minta Tolong Para Kiai Diprioritaskan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertolak ke Yogyakarta untuk melihat pembuatan alat pendeteksi Covid-19 karya Universitas Gadjah Mada (UGM) GeNose C19, Selasa (5/1/2021). Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta masyarakat Jateng untuk tak mempercayai adanya berita bohong atau hoaks terkait vaksin Covid-19 .

Kabar bohong yang meresahkan masyarakat tersebut beredar seiring dengan berita kedatangan vaksin Sinovac ke Jateng pada Senin (4/1/2021).

Hal itu disampaikan Ganjar, usai menghadiri acara peluncuran Bantuan Tunai se-Indonesia oleh Presiden Joko Widodo secara daring, di Ruang Rapat Kantor Pemprov Jateng, Senin (4/1/2021).

Ganjar pun meminta masyarakat mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

“Terkait dengan vaksin, sudah ikuti saja ketentuan dari pemerintah. Bahkan tadi kita dengan DPRD lagi bicara, bahkan juga dengan Majelis Ulama Indonesia. Malah yang menarik dari MUI Jateng, itu meminta tolong dong para kiai diprioritaskan,” ucap Ganjar.

Baca Juga :  Duh, Vaksinasi Covid-19 di Sragen Batal Digelar Besok. Kiriman 1.776 Dosis Sinovac Ditunda, Ini Masalahnya!

Menurut Ganjar, cerita tersebut adalah bukti bahwa hoaks yang berkaitan dengan vaksin COVID-19 tidaklah benar.

Ganjar pun meminta agar masyarakat tak mengindahkan hoaks tersebut. Jika menemukan ajakan-ajakan atau berita meragukan, Ia meminta masyarakat bertanya pada pemerintah.

“Jadi masyarakat jangan mempercayai hoaks, bisa bertanya kepada pemerintah. Lebih baik tanya pada kita, pada pemerintah karena semua itu ada ketentuannya,” tandas Ganjar.

Baca Juga :  Siap-Siap, 3.987 Nakes di Semarang Besok Bakal Disuntik Vaksin Sinovac. Gubernur Ganjar: Jangan Ragu!

Di sisi lain, Ia menjelaskan bahwa tidak semuanya bisa langsung mendapatkan vaksin. Menurutnya, sudah ada urutan-urutan serta prioritas penerima vaksin, yakni yang pertama untuk tenaga medis.

“Dan tidak setiap orang hari ini bisa divaksin, karena itu untuk pelayanan tenaga medis lebih dulu prioritasnya, yang kedua itu ada batasan umurnya juga sehingga ini tidak serta merta karena jumlah di awalnya masih terbatas,” tutupnya. Kahlil I Ris