JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Nasib Donald Trump, Sudah Dimakzulkan, Medsos Diblokir, Putus Hubungan dengan Beberapa Perusahaan

Presiden AS Donald Trump menyampaikan komentar setelah serangan udara Militer AS terhadap Jenderal Iran Qassem Soleimani di Baghdad, Irak, di Pantai Palm Barat, Florida, AS, 3 Januari 2020 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Kerusuhan US Capitol ternyata berbuntut panjang pada diri Presiden Amerika, Donald Trump.

Pasca kejadian itu, tidak hanya dimakzulkan saja, tetapi Trump juga ditinggalkan oleh berbagai perusahaan.

Perusahaan-perusahaan tersebut malas  berbisnis ataupun disangkutpautkan dengan Donald Trump lagi.

Pada saat bersamaan, berbagai media sosial pun ikut-ikutan memblokir Donald Trump. Pasalnya, mereka tidak ingin platform mereka digunakan Trump untuk berorasi.

Salah satu media sosial yang sudah memblokir Donald Trump adalah Twitter. Pekan lalu, mereka memutuskan untuk memblokir permanen Presiden Amerika ke-45 tersebut atas alasan keamanan.

Mereka khawatir Donald Trump akan menggunakan Twitter untuk memobilisasi pendukungnya lagi sehingga insiden kerusuhan US Capitol terulang lagi.

Sebagaimana diketahui, Twitter adalah medsos favorit Trump.

“Setelah peringatan yang jelas, kami mengambil keputusan ini dengan informasi terbaik yang kami punya berdasarkan kajian terhadap ancaman keamanan baik di dalam maupun di luar Twitter,” ujar pendiri Twitter, Jack Dorsey seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (14/1/2021).

Berikut nama beberapa perusahaan, organisasi, dan media sosial yang memutuskan hubungan dengan Donald Trump selain Twitter:

Baca Juga :  Pemerintah Malaysia Bersih-bersih Imigran Bermasalah, 201 WNI Dideportasi dalam 2 Hari

 

  1. Boeing

Produsen pesawat Boeing menyampaikan bahwa mereka akan menghentikan donasi kepada Donald Trump. Namun, ke depannya, hal itu akan mereka kaji kembali jika situasinya berubah.

 

  1. Deutsche Bank

Deutsche Bank menyatakan telah menghentikan segala bentuk kerjasama bisnis dengan Donald Trump. Mereka tidak ingin mendapat publisitas buruk karena masih bekerjasama dengan Donald Trump.

Kepala Operasi Deutsche Bank di AS, Christiana Riley, pekan lalu menyampaikan kecamannya soal kerusuhan US Capitol di mana Donald Trump diyakini terlibat.

 

  1. Kota New York

Wali Kota New York, Mayor Bill de Blasio, menyatakan kotanya menghentikan segala kontrak kerjasama dengan organisasi milik Donald Trump. Blasio berkata, kontrak yang diteken jelas-jelas mengatakan bahwa pihaknya bisa menghentikan kerjasama apabila pihak Trump menghadapi masalah hukum.

 

  1. Snapchat

Snap Inc, perusahaan di balik aplikasi Snapchat, memutuskan untuk memblokir akun Donald Trump secara permanen atas alasan keamanan.

“Keputusan ini diambil dengan pertimbangan keselamatan publik serta berdasarkan aksi (Donald Trump) selama ini untuk menyebar informasi yang salah dan ujaran kebencian,” ujar pernyataan pers Snap Inc.

Baca Juga :  Pria 73 Tahun Labuhkan Cinta pada Nenek 91 Tahun, Menikah dan Bahagia

 

  1. GoFundMe

Platform crowdfunding, GoFundMe, menyatakan tidak akan lagi memperbolehkan penggunaannya untuk menggalang dana bagi kegiatan-kegiatan politis yang memicu tindak kekerasan. Meski Donald Trump tidak disinggung langsung, keputusan diambil usai kerusuhan US Capitol.

 

  1. Youtube

Youtube memberikan peringatan pertama terhadap akun Donald Trump dan memblokirnya untuk sepekan ke depan. Selain itu, YouTube juga menghapus video Donald Trump yang dianggapnya berpotensi memicu tindak kekerasan.

Pemblokiran tersebut berpotensi diperpanjang jika Donald Trump tidak berubah. Menurut keterangan Google, jika Donald Trump tidak berubah hingga peringatan ketiga, maka akunnya yang memiliki 2,7 juta subscribers itu akan diblokir permanen.

 

  1. Facebook

Mengikuti jejak Twitter, Facebook memutuskan untuk memblokir akun Donald Trump. Menurut pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, membiarkan Donald Trump menggunakan layanan Facebook di saat suhu politik Amerika tinggi seperti sekarang adalah langkah berbahaya.

Adapun pemblokiran akan berlangsung paling lama dua pekan jika Donald Trump mau berubah.

www.tempo.co