JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Ngeyel Berkerumun Abaikan Prokes, Acara Festival Musik di Kafe Wonosobo Dibubarkan Paksa Pas Gayeng-Gayenge

Ilustrasi pembubaran acara musik di kafe Wonosobo. Foto/Humas Pemprov

WONOSOBO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Petugas Gabungan Penegakan Protokol Kesehatan membubarkan paksa kerumunan massa di sebuah kafe, Minggu (17/1/2021) malam.

Pembubaran tersebut dilakukan lantaran festival musik tersebut terbukti melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Acara musik itu dibubarkan pas gayeng-gayengnya.

Kepala Bidang Ketentraman Dan Ketertiban Umum, Satpol PP Kabupaten Wonosobo, Hermawan Animoro, menyampaikan, pihaknya membubarkan paksa festival tersebut karena acara digelar tanpa izin dan dilangsungkan hingga dini hari.

Para petugas lantas menghentikan operasional kafe yang masih buka di atas jam 22.00 WIB, serta mengamankan identitas pengunjung untuk keperluan pembinaan lebih lanjut

Baca Juga :  Tak Ada Sanak Saudara, Mayat Laki-Laki Misterius di Kebun Selakambang Akhirnya Dimakamkan di Makam Desa Selakambang

“Benar, didapatkan satu kafe yang mengadakan acara festival musik yang tidak berizin dan tidak menerapkan protokol kesehatan sehingga mengakibatkan kerumunan massa dan dibubarkan oleh tim Penegakan Protokol Kesehatan dari unsur TNI-Polri, Satpol PP tadi malam,” terang Hermawan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seperti dilansir Humas Pemprov Jateng.

Tak hanya itu, lanjutnya, petugas juga menutup beberapa warung dan toko yang masih buka lebih dari pukul 22.00 WIB, dan menindak warga yang kedapatan tidak mengenakan masker saat berada di luar rumah.

Baca Juga :  Jawa Tengah Punya 17 Kepala Daerah Baru, Gubernur Ganjar Pranowo Ajak Bupati dan Wali Kota Aktif Bersosial Media

“Untuk warung dan PKL maupun toko ada sejumlah 41 (unit) yang kami minta untuk menutup usahanya, sementara ada 12 orang tanpa masker yang diberikan sanksi ringan demi meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya mencegah penularan Covid-19,” ujar Hermawan.

Ditambahkan, selain pemilik usaha dan pengunjung tempat hiburan, lima komunitas penggemar sepeda motor dibubarkan karena berkumpul di luar ketentuan jam malam. Wardoyo