JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Polri: Di Bawah Kepemimpinan Para Wijayanto, Strategi Organisasi Jamaah Islamiyah Berubah

Ilustrasi teroris

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –  Sejak berada di bawah pimpinan Para Wijayanto pada periode 2008-2019, strategi dan struktur organisasi teroris Jamaah Islamiyah mengalami sejumlah perubahan.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono di kantornya Senin (4/1/2021).

“JI akhirnya dipimpin oleh amir bernama Para Wijayanto yang mana di kepemimpinan ini dia fokus pada dakwah, kemudian rekrutmen anggota baru, juga pendidikan,” kata Argo.

Wijayanto mulai menjadi pemimpin organisasi itu pada 2008 setelah sempat kosong. Wijayanto mengubah struktur dan konsep yang lama. Menurut Argo, kepengurusan lama berkonsep perjuangan.

Baca Juga :  Operasi Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ182 Dihentikan Usai 13 Hari, Apa Saja Hasilnya?

Para Wijayanto juga membangun konsep Tastos. Menurut Argo, Tastos adalah prosedur standar operasi yang bersifat bertahan dan agar tidak tertangkap.

“Ada yang diutamakan SOP tadi, menjaga keamanan yang sifatnya bertahan agar tidak tertangkap dan bertahan,” kata Argo.

Selain itu, negara tujuan dikirimnya anggota JI juga berubah yaitu Suriah, Palestina dan Yordania. Sebelumnya, negara tujuan hanya Suriah. Argo berkata mereka yang dikirim ke Timur Tengah sudah dilatih bela diri. Polisi mendeteksi ada 12 lokasi yang menjadi tempat pelatihan.

Baca Juga :  Operasi Pencarian Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ182 Resmi Dihentikan. Diakhiri Usai Berjalan 13 Hari, Pencarian Kotak Hitam CVR Tetap Dilanjutkan

Argo melanjutkan Para Wijayanto juga mengincar anak yang pintar dan memiliki emosi stabil, serta fisik yang prima.

“Jangan lupa bahwa kader muda JI yang dikirim ke Suriah itu memiliki paket lengkap. Kami tanya apa yang dimaksud paket lengkap, itu memiliki kemampuan dasar yang dimiliki misalnya bela diri, ahli IT, keahlian medis, ahli bahasa, ahli manajemen,” kata argo.

www.tempo.co