JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Siap-Siap, 5.996 Warga Sragen Bakal Masuk Kloter Pertama yang Merasakan Suntikan Vaksin Covid-19. Tahap Awal Dikirim 1.779 Dosis, Sekda dan Kepala DKK Juga Masuk Prioritas!

Dr Hargiyanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 5.996 tenaga kesehatan (nakes) di Sragen bakal menjadi kelompok pertama yang merasakan suntikan vaksin covid-19.

Selain itu, pejabat utama seperti kepala daerah, Sekda hingga kepala DKK juga jadi prioritas utama penerima vaksin. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto, Selasa (5/1/2021).

Kepada wartawan, ia mengatakan saat ini Pemkab sudah menyiapkan skema penerima vaksin covid-19 di Sragen.

Nantinya vaksin yang akan diberikan adalah vaksin Sinovac. Saat ini vaksin dari pemerintah pusat sudah sampai di provinsi dan sebentar lagi bakal dikirim ke kabupaten.

“Nanti setelah tiba di Sragen, vaksin akan kita simpan di gudang farmasi. Setelah itu baru didistribusikan ke 25 Puskesmas yang ada,” paparnya.

Baca Juga :  Masih Parah, Hari Ini 63 Warga Sragen Positif Terpapar dan 8 Meninggal Dunia. Jumlah Kasus Meroket Jadi 3.625 Positif, Jumlah Warga Meninggal Melonjak Jadi 221

Ia menjelaskan prioritas pertama yang mendapatkan vaksin yakni tenaga Kesehatan (nakes). Jumlah nakes di Kabupaten Sragen yang sudah terdata adalah 5.996 orang.

Merekalah yang akan menjadi kelompok pertama untuk divaksin. Selain itu ada pejabat utama kepala daerah, Sekda hingga kepala DKK. Selanjutnya baru TNI, Polri dan lainnya.

”Pelaksanaan vaksin rencananya serentak dimulai tanggal 14 Januari. Untuk tahap awal, Sragen akan dapat 1.779 dosis. Pelaksanaan akan dilangkungkan di 25 puskesmas yang ada di Sragen,” jelasnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 Hari Pertama, 131 Warga Semarang Tak Datang, 18 Orang di Solo Dikeluarkan dari Daftar dan 18 Orang Ditunda!

Hargiyanto menguraikan nantinya setiap orang divaksin dua kali suntikan. Sehingga untuk nakes saja dibutuhkan sekitar 11.992 dosis vaksin.

Waktu jeda suntikan pertama dan kedua adalah 2 minggu. Nantinya semua yang terdata masuk prioritas akan menerima SMS atau pesan singkat. Kemudian ada mekanisme screening dan ada aplikasi khusus yang diterapkan untuk vaksinasi ini.

“Nanti vaksinnya dilakukan di Puskesmas. Kalau rumah sakit nanti kalau ada yang siap akan dilatih aplikasi,” tukasnya.

Saat ditanya apakah yang sudah terdata dan masuk prioritas, hukumnya tidak boleh menolak, Hargiyanto hanya menyebut mereka yang masuk data sifatnya jadi prioritas. Wardoyo