JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tahun Baru, Covid-19 Karanganyar Meledak Lagi. Jumlah Kasus Positif Tembus 2.762, Warga Meninggal Sudah Mencapai 287 Orang

Prosesi pemakaman warga Karangpandan positif covid-19. Foto/Beni

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus Corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus mengalami kenaikan signifikan. Alih-alih mereda, jumlah penambahan kasus positif covid-19 di Bumi Intanpari justru makin melonjak.

Data terbaru, di awal tahun baru Jumat (1/1/2021) petang ini, jumlah kasus warga covid-19 di Bumi Intanpari sudah meroket mencapai 2.762 orang.

Tidak hanya itu, jumlah pasien suspek di Karanganyar juga terus menanjak dengan tren warga meninggal juga makin bertambah.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Baca Juga :  160 Warga Karanganyar Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Jumlah Kasus Positif 3.191, Data Kematian Probabel dan Suspek Dihilangkan

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Jumat (1/1/2021) petang, jumlah kasus positif covid-19 sudah mencapai angka 2.762 orang.

Dari jumlah kasus itu, 194 orang masih dirawat, 2.420 sembuh dan 148 meninggal dunia.

Kemudian untuk kategori suspek covid-19 juga bertambah mencapai angka 3.144 pasien.

Dari jumlah itu, 2.943 orang dinyatakan selesai pantauan, 140 orang masih dirawat dan 61 orang meninggal dunia.

Sementara, Hingga hari ini jumlah warga yang meninggal dunia terkait covid-19 tercatat sudah melesat mencapai 287 orang.

Rinciannya ada 148 warga meninggal dengan status positif covid-19, 61 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 78 warga meninggal dalam status probabel.

Baca Juga :  Di Tengah Badai Pandemi, Permen Yupi Tak Goyah Investasi di Karanganyar. Pemkab Catat Investasi 2020 Bisa Rp 2,9 Trilyun Lebihi Target

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seolah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo