JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tampar Jembatan Viral dari Bambu Rp 200 Juta di Ponorogo, Jembatan Super Kokoh dan Mewah di Desa Sambi Sragen Ini Jadi Perbincangan Karena Hanya Beranggaran Rp 40 Juta. Kadesnya Akui Tak Tega Lihat Banyak Anak Sekolah Kepeleset Saat Lewati Sungai

Kondisi jembatan sesek Rp 200 juta yang viral di Ponorogo (kiri) dibandingkan jembatan beton beranggaran Rp 40 juta di Desa Sambi, Sragen. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan postingan sebuah jembatan penghubung Desa Bulak dan Desa Pandak, Kecamatan Balong, Ponorogo yang viral karena menelan anggaran Rp 200 juta padahal hanya berbentuk sesek atau dari tatanan bambu.

Jembatan bambu “Tersultan” itu tak pelak langsung menjadi sorotan publik dan mengundang beragam komentar keprihatinan. Nah, di Sragen ternyata juga ada jembatan yang belakanganbmengundang decak dari warga.

Namun berbeda dengan jembatan Bulak Ponorogo, jembatan di Sragen ini mengundang komentar baik dari warga karena antara anggaran dengan hasil jembatannya terkesan njomplang.

Di mana anggarannya hanya Rp 40 juta, namun bangunan jembatannya super mewah dan kokoh lengkap dengan talud beton dan jalan penopangnya. Kehadiran jembatan yang baru selesai dibangun beberapa hari lalu itu seolah menampar jembatan di Ponorogo yang sempat jadi olok-olok karena dianggap tak sesuai dengan anggaran yang digelontorkan.

Baca Juga :  Kisah Cinta Fenomenal Imam Rochadi PNS yang Nikahi Janda Pengusaha Jadi Istri Kelima. 7 Tahun Kenalan, Berawal dari Lirikan di Hajatan

Jembatan kokoh dengan anggaran hanya Rp 40 juta itu ada di Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo. Tepatnya di Dukuh Basan, Desa Sambi.

Jembatan sepanjang 8 meter dengan lebar 2 meter itu menjadi penghubung utama akses transportasi ratusan warga di RT 35 dan tiga RT di sekitarnya.

Kades Sambi, Kresna Widya Permana mengungkapkan jembatan beton itu dibangun sebagai jawaban dari kerinduan warga 4 RT di wilayah itu yang belasan hingga puluhan tahun memimpikan adanya jembatan.

Selama bertahun-tahun warga dan anak-anak sekolah harus melintasi sungai terjal hingga kepeleset untuk bisa menuju ke pusat kecamatan, pasar dan sekolah yang berada di seberang.

Mimpi besar warga pun akhirnya terwujud di tangan Kades baru, Kresna Widya yang tergerak untuk merealisasikan jembatan itu.

Kades termuda yang baru setahun memimpin itu langsung berkoordinasi dan akhirnya menggerakkan legislator Dapil V Sragen, Bambang Widjo Purwanto untuk tergerak menggelontorkan dana BKK aspirasinya Rp 40 juta di APBD Perubahan 2020 untuk pembangunan jembatan di Basan, Sambi.

Baca Juga :  Breaking News, Kecelakaan Maut di Ngrampal, Pemotor Tewas di Lokasi Kejadian

“Kalau air sungai pasang, bahkan warga nggak ada yang bisa lewat. Kadang anak sekolah juga kepeleset dan yang mau ke Bayanan sering kesasar karena nggak ada jembatannya. Setelah saya terpilih, akhirnya kami diberi bantuan voucher DPRD Pak Bambang Widjo Rp 40 juta. Akhirnya kami koordinasi dengan warga dan dibangun jembatan ini,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (1/1/2021).

Kades Sambi, Kresna Widya Permana saat mengecek Jembatan Basan yang dibangun beranggaran BKK Rp 40 juta namun fisiknya menelan hampir Rp 100 juta. Foto/Wardoyo

Setelah bantuan cair, pembangunan dimulai awal Desember 2020 lalu. Saking semangatnya ingin punya jembatan, warga di 4 RT yakni RT 30, 31, 32 dan 35 sampai rela kerja bakti bergilir untuk membangun proyek.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com