JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Tenaga Kesehatan di Kota Yogya Butuh Lebih dari 9.000 Vaksin Covid-19

Ilustrasi vaksin. Foto: pexels.com

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Para tenaga kesehatan (nakes) di Kota Yogyakarta setidaknya membutuhkan pasokan lebih dari 9.000 vaksin Covid-19.

Namun demikian, saat ini Pemkot akan memprioritaskan vaksin Covid-19 kepada 4.597 nakes.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi.

Dia menyatakan, adapun jumlah nakes secara keseluruhan di wilayah setempat berjumlah sekitar sembilan ribu lebih yang terdiri dari rumah sakit negeri dan swasta maupun puskesmas.

“Tapi kemarin dalam pendataan yang sudah di mulai kami seleksi berdasarkan persyaratan diantaranya terkait dengan yang komorbit, mereka yang pernah kena Covid-19, persoalan umur dan segala macam, itu yang sudah masuk di dalam sistem informasi sumber daya manusia kesehatan (SISDMK) itu ada 4.597,” katanya Jumat (8/1/2021).

Baca Juga :  Kasus Raffi Ahmad Distop, Polisi: Tak Ada Pelanggaran UU Karantina

Heroe mengatakan, tenaga medis yang sudah masuk dalam sistem itu berasal dari 18 puksesmas, tiga rumah sakit pemerintah empat rumah sakit swasta rujukan COVID-19, dan empat rumah sakit swasta non rujukan namun turut membantu penanganan.

Tak hanya para nakes, para pimpinan Forkompimda juga bakal menjadi orang yang diprioritaskan dalam mendapatkan vaksin Covid-19.

Mereka akan melangsungkan vaksin di pertengahan bulan ini.

“Jadi nanti seluruh forkompida akan kita cek dulu persyaratannya terpenuhi atau tidak, jika terpenuhi nanti diharapkan forkompida akan ikut serta. Termasuk nanti akan kita ajak juga tokoh yang lain sedang kita koordinasikan agar nanti tidak hanya forkompimda tapi juga tokoh lain yang bisa kita ajak untuk menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk memulai proses vaksinasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Rabu Dini Hari, Gempa Magnitudo 5,0 Getarkan Gunung Kidul. Netizen Laporan di Medsos, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami

Pihaknya juga telah melakukan pelatihan kepada sejumlah petugas yang akan melakukan vaksin kepada nakes dan para Forkompimda serta tokoh masyarakat.

Hanya saja, dari seluruh jajaran Forkompimda dan tokoh masyarakat nantinya masih akan ada seleksi dari Dinas Kesehatan.

“Saya dan Pak Haryadi Suyuti pun siap. Tetapi lolos tidaknya untuk divaksin itu nanti tergantung penilaian dari Dinas Kesehatan. Ada 13 pertanyaan yang harus dijawab yang menentukan kelolosan. Terutama meliputi penyakit komorbid, usia serta riwayat paparan Covid-19,” paparnya.

www.tribunnews.com