JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Terkait Aksi 1812, Tak Hanya Ketua PA 212 Saja yang Diperiksa Polisi, Pemilik Mobil Komando Juga Diperiksa

Massa Aksi 1812 saat akan berorasi di Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, pada Jumat (18/13/2020) siang / tempo.co

988636 720
Massa Aksi 1812 saat akan berorasi di Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, pada Jumat (18/13/2020) siang / tempo.co
TEMPO.CO, Jakarta – Polda Metro Jaya tidak hanya memeriksa Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Slamet Ma’arif saja, Senin (4/1/2021) terkait dengan aksi 1812 lalu.

Hal itu ditegaskan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus.

Selain Slamet, Yusri mengatakan pihaknya juga turut memeriksa seseorang berinisial A, yakni pemilik mobil komando Front Pembela Islam (FPI) yang disita polisi dalam demo tersebut. 

“Tetapi yang bisa hadir hari ini adalah saudara SM (Slamet Ma’arif) sendiri,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 4 Januari 2021. 

Baca Juga :  Penolak Vaksin Covid-19 Belum Dijatuhi Sanksi, Wamenkes: Masih Pendekatan Persuasif

Yusri mengatakan pihaknya sudah melakukan rapid test antigen dan antibodi terhadap Slamet Ma’arif sebelum dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, Slamet dinyatakan nonreaktif Covid-19. 

Lebih lanjut, Yusri mengatakan pihaknya sudah berencana memeriksa beberapa orang lain terkait demo 1812, termausk korlap aksi 1812 Rijal Kobar. “Semua sudah kami jadwalkan,” kata Yusri. 

Sebelumnya polisi menangkap sebanyak 455 pendemo Aksi 1812 di sekitar kawasan Jabodetabek pada Jumat, 18 Desember 2020. Mereka ditangkap oleh polisi yang sedang melakukan penyekatan di perbatasan Jakarta dan lokasi demo karena membawa senjata tajam serta ganja.  

Baca Juga :  Dalam Sepekan, Tim Pencari Berhasil Kumpulkan 272 Kantong Bagian Tubuh Korban dan 50 Bagian Besar Pesawat Sriwijaya Air

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, polisi menahan tujuh dari 455 pendemo itu. Polisi juga menetapkan mereka sebagai tersangka di aksi yang menuntut pembebasan Pimpinan FPI Rizieq Shihab itu. 

“Dari 455 itu ada tujuh jadi tersangka, rinciannya lima karena bawa senjata tajam dan dua narkoba, sudah dilakukan penahanan,” ujar Yusri. 

Selain itu, Yusri mengatakan pihaknya akan memanggil Korlap Aksi 1812 Rijal Kobar. Dalam kesempatan berbeda, Rijal mengatakan pihaknya siap bertanggug jawab atas kerumunan di aksi tersebut dan dipanggil polisi. 

www.tempo.co